EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) tengah memperkuat kapasitas distribusi ekspor melalui pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban, Jawa Timur. Proyek strategis ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pengiriman semen ke pasar internasional di tengah ketatnya persaingan dan kondisi kelebihan kapasitas di industri semen domestik.

Proyek yang dikelola PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha Semen Indonesia Group (SIG), yaitu mencakup peningkatan kapasitas terminal khusus dari sebelumnya 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT. Peningkatan ini dilakukan melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan dermaga eksisting sehingga mampu melayani kapal berkapasitas lebih besar.

Selain penguatan fasilitas dermaga, proyek ini juga dilengkapi pembangunan sejumlah fasilitas produksi untuk mendukung ekspor semen curah. Di antaranya blending silo system berkapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, serta dua cement silo masing-masing berkapasitas 18.000 ton.

Menjelang rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi tersebut, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek pada Jumat (6/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

Wapres mengapresiasi progres proyek yang telah mencapai sekitar 99 persen dan berharap fasilitas tersebut segera beroperasi untuk mendukung peningkatan daya saing industri nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global.

Sebagai informasi, guna mendukung proses distribusi, SIG juga memasang fasilitas transportasi berupa tube conveyor sepanjang 4,1 kilometer, tripper conveyor, serta ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam yang berfungsi menyalurkan semen dari pabrik menuju kapal yang bersandar di dermaga.

Proyek yang digarap melalui kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation sejak 2021 ini memiliki nilai investasi sekitar Rp1,4 triliun. Jika beroperasi penuh, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengirim hingga 1 juta ton semen per tahun ke pasar ekspor.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan proyek tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi optimal pada pertengahan 2026. "Pada tahap awal, fasilitas ini diproyeksikan dapat menyalurkan sekitar 450 ribu ton semen pada tahun ini," katanya.

Ia menambahkan, pengembangan dermaga ekspor tersebut menjadi langkah penting bagi SIG untuk memperkuat jaringan distribusi global serta meningkatkan daya saing di pasar internasional. Langkah ini juga diharapkan membantu perusahaan menghadapi tantangan pasar domestik yang semakin kompetitif.