Pantau Terus! Target Kantongi Rp23 T, Pemerintah Lelang 7 Seri Surat Utang Negara Pagi Ini
EmitenNews.com—Pemerintah akan melakukan lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah. Hasil yang diraih dalam lelang ini bertujuan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2023.
Waktu lelang akan dimulai pada pagi ini Selasa, 3 Januari 2022 yang dibuka mulai pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 11.00 WIB.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menetapkan target indikatif Rp 23 triliun dan target maksimal Rp 34,5 triliun dalam lelang tersebut. Tujuh seri SUN yang dilelang yakni seri SPN03230405 (new issuance), SPN12240104 (new issuance), FR0095 (reopening), FR0096 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening), dan FR0089 (reopening).
"Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price)," tulis keterangan DJPPR Kemenkeu, Senin (2/1/2023).
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp 1 juta.
Related News
KPK Ingatkan Risiko Tata Kelola Investasi Rp6,74T di Kawasan Industri
Waspadai Potensi Godzilla El Niño di Indonesia, Ini Peringatan BRIN
Gedung di Atas 4 Lantai Wajib Setor Akses CCTV, Pemprov DKI Cari Ini
Teruskan Pesan Gubernur, BKD Kaltim Jamin Masa Kerja 11.881 PPPK
Lindungi Anak di Ruang Digital, Panggilan Kedua Untuk Meta dan Google
Pekerjakan TKA Ilegal, PT SBI di Kepri Kena Sanksi Denda Rp330 Juta





