Pariwisata Bali Sedang tidak Baik-baik Saja, Gubernur Putuskan Ini
:
0
Salah satu kawasan wisata Bali. Dok. SINDOnews.
EmitenNews.com - Dunia pariwisata Bali sedang tidak baik-baik saja. Selain dihadapkan pada kemacetan para, sampah, wisatawan nakal, Pulau Dewata menghadapi praktik usaha wisata yang dikuasai warga asing. Akibatnya, warga lokal, terutama pelaku UMKM mengeluhkan kondisi yang jelas merusak kondisi perekonomian setempat.
Mendapati usaha pariwisata di Bali dalam genggaman warga negara asing, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar rapat darurat dengan seluruh kepala perangkat daerah dan instansi vertikal se-Bali di Jayasabha, Denpasar, Sabtu 31 Mei 2025. Rapat digelar setelah menerima rentetan keluhan dari masyarakat dan pelaku UMKM lokal terkait kian maraknya dominasi usaha pariwisata oleh warga negara asing.
Dalam keterangannya yang dikutip Minggu (1/6/2025), Gubernur Wayan Koster menyatakan, kondisi itu bakal memojokkan masyarakat lokal di tanahnya sendiri. Rapat kemudian mengevaluasi sistem perizinan dan regulasi usaha pariwisata, sebagai langkah awal untuk mengatasi kondisi tersebut.
“Bali tidak boleh menjadi pasar bebas yang membunuh masyarakatnya sendiri,” tegas politikus PDI Perjuangan tersebut.
Koster menemukan banyak praktik usaha ilegal yang dijalankan oleh WNA. Terutama melalui celah sistem perizinan Online Single Submission (OSS). Ia menilai, sistem tersebut membuka peluang bagi investor asing untuk menguasai sektor strategis. Bahkan hingga level mikro seperti penyewaan kendaraan dan homestay.
“Di Badung saja, ada sekitar 400 izin usaha sewa mobil dan biro perjalanan yang dikuasai orang asing. Banyak yang tidak punya kantor, tidak tinggal di Bali, tapi tetap bisa beroperasi. Ini jelas keterlaluan,” ungkap Koster.
Dalam pandangan Gubernur Bali, praktik semacam ini bukan hanya melanggar etika berusaha, tapi juga menciptakan ketimpangan dan memperparah degradasi ekonomi lokal. Koster memperingatkan, jika situasi ini terus dibiarkan, Bali berisiko mengalami kemunduran serius dalam lima tahun ke depan, baik secara ekonomi, sosial, maupun citra pariwisata.
“Pariwisata kita sedang tidak baik-baik saja. Macet, sampah, vila ilegal, sopir liar, wisatawan nakal, semua ini harus kita tata. Tapi penataan harus dimulai dari hulu regulasi dan perizinan,” ujarnya lagi.
Sebagai tindak lanjut konkret, Gubernur Koster membentuk tim khusus lintas instansi untuk melakukan audit menyeluruh terhadap izin usaha pariwisata di Bali. Ia juga menyiapkan regulasi baru yang lebih tegas dan berpihak pada masyarakat lokal.
Langkah awalnya adalah penerbitan Surat Edaran Penertiban Usaha dan Transportasi Wisata, yang akan menjadi dasar pelaksanaan operasi gabungan oleh Satpol PP dan Polda Bali.
Related News
Banyak Mobil Pecah Ban Mendadak di KM 17 Jagorawi, JSMR Minta Maaf
Hadiri May Day 2026, Prabowo Sampaikan Hal yang Bahagiakan Buruh
Ini Imbas Tabrakan Maut Kereta, Korlantas Polri Panggil Operator Taksi
Perkuat Industri Nasional, Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Capai Rp809M
May Day 2026, Buruh Menanti Kejutan Istimewa dari Presiden Prabowo
Akhir Tahun Ini dari Jakarta Menuju Tanjung Lesung Cuma Butuh 2-3 Jam





