EmitenNews.com - PT Indo American Seafoods Tbk. (ISEA) mencatatkan lonjakan laba bersih 1.414% menjadi Rp5,27 miliar sepanjang 2025, dari Rp348 juta pada 2024. Kinerja ini berbanding terbalik dengan kondisi ekspor perikanan alias seafood nasional yang lesu.

Data Badan Pusat Statistik mencatat ekspor nasional kelompok ikan, krustasea, dan moluska per akhir Mei 2026 anjlok 14,8% secara tahunan, menjadi segmen dengan penurunan terdalam.

Direktur Utama ISEA, Ibnu Syena Alfitra dalam Paparan Publik usai RUPST ISEA 2026, Senin (8/6/2026) mengatakan tahun 2025 menjadi manuver pertumbuhan perseroan pasca IPO, ditandai dengan peningkatan pendapatan, profitabilitas, dan penguatan struktur keuangan.

"Secara keseluruhan, capaian tahun 2025 menunjukkan bahwa Perseroan berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, dan penguatan fundamental keuangan sebagai fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang," kata Ibnu.

Sepanjang 2025, pendapatan ISEA meningkat menjadi Rp564,2 miliar dari Rp322,6 miliar pada tahun sebelumnya, atau tumbuh lebih dari 70%. Laba kotor naik menjadi Rp111,9 miliar dari Rp75,8 miliar.

Dengan pengalaman 15 tahun lebih di industri seafood, ISEA melayani pasar ekspor utama di Amerika Serikat dan Jepang, didukung oleh sertifikasi internasional, kapasitas produksi yang besar, serta jaringan ekspor global yang memperkuat daya saing dan pertumbuhan berkelanjutan.

Untuk prospek 2026, Ibnu menyampaikan ekspektasi perseroan masih akan lebih baik dari 2025.

"Kenaikan omset tahun 2026 kemungkinan ekspektasi kami sekitar 20-30 persen dari tahun 2025. Bagaimana cara mencapai target tersebut, kurang lebihnya kita akan memaksimalkan eksposur kami terhadap market-market yang ada," ujar Ibnu.

Pasar yang dibidik meliputi Amerika Serikat dan Jepang serta ekspansi ke negara Asia lainnya seperti China dan Taiwan.

Terkait dividen tahun buku 2025, Ibnu menyatakan perseroan belum dapat membagikan.