EmitenNews.com - Rencana initial public offering (IPO) CSM Corporatama kandas. Anak usaha Indomobil Multi Jasa (IMJS) itu, mundur dari gelanggang IPO menyusul kondisi pasar tidak bersahabat. Artinya, situasi market belum stabil, dan tidak sesuai ekspektasi manajemen.
Pembatalan itu tergolong ironis. Pasalnya, CSM Corporatama telah mengubah anggaran dasar menjadi perusahaan terbuka. Nah, dengan fakta terbaru tersebut, CSM Corporatama harus kembali pada anggaran dasar lawas. ”CSM Corporatama tetap menjadi perusahaan tertutup, dan telah menyesuaikan kembali anggaran dasar,” tulis Jusak Kertowidjojo, Direktur Utama Indomobil Multi Jasa.
Data dan fakta itu, tidak berdampak buruk terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha induk CSM Corporatama sebagai perusahaan terbuka. So, nilai kepemilikan saham perseroan tidak berubah, dan tetap menjadi pemegang saham pengendali atas CSM Corporatama.
Sebelumnya, Corporatama atau Indorent disebut-sebut akan menggelar IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak tanggung-tanggung, perseroan membidik dana USD250 juta atau setara Rp3,7 triliun. Bahkan, Indorent tengah mengukur minat investor untuk menyerap saham IPO perseroan. Guna memuluskan rencana itu, pada 12 April 2022, CSM Corporatama melakukan perubahan status badan hukum dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka. Juga, perubahan nama dari PT CSM Corporatama menjadi PT CSM Corporatama Tbk.
Kepemilikan saham perseroan di PT CSM Corporatama akan mengalami perubahan, namun perseroan akan tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham pengendali. Sekadar informasi, Indomobil Multi Jasa bergerak bidang pembiayaan, jasa pengangkutan, dan transportasi. Di mana, 91,97 persen saham Indomobil Jaa dipegang Indomobil Sukses Lestari International (IMAS).
Indorent didirikan pada 1987, dan menghubungkan 21 jaringan seluruh Indonesia dalam bisnis penyewaan bisnis kendaraan. Pelanggan Indorent dari berbagai sektor. Mulai perbankan, Fast Moving Consumer Goods (FMCG), telekomunikasi, dan ritel. Indorent memiliki 22 ribu kendaraan dengan dukungan 1.500 pengemudi.
Jenis kendaraan dapat disewa bervariasi meliputi segmen multi-purpose vehicle (MPV) seperti Nissan Livina, Suzuki Ertiga, dan Daihatsu Sigra. Lalu segmen sport utility vehicle seperti Nissan X-Trail, Toyota Fortuner, dan Mitsubishi Pajero. Kemudian, segmen luxury seperti Nissan Elgrand dan Nissan Serena, hingga segmen komersial seperti light truck, medium truck, dan pick up. (*)
Related News
Mantan Pengendali Pangkas Porsi, Saham AMMS Dilepas Rp2,84 Miliar
GRPM Cetak Laba Minimalis Tapi Tumbuh Dua Digit di 2025
Penjualan Naik, Laba BAIK Malah Ambles 33,52 Persen di 2025
4 Emiten Segera Bagi Dividen, 2 di Antaranya Cum Date Pekan Ini!
Senyap, 3 Entitas Ini Akumulasi Jumbo 75,15 Juta Saham ENRG Bersamaan
Meroket 91 Persen, SMMT Tabulasi Laba USD4,06 Juta





