Pedagang Anti Karat Amerika Terancam Rugi Bila Menjual WD 40
:
0
Pembelian cairan anti karat milik Amerika, WD-40 bisa membuat pedagang terancam merugi. Sebab perusahaan ini kini tengah digugat brand lokal Get All 40 di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat.
EmitenNews.com - Pembelian cairan anti karat milik Amerika, WD-40 bisa membuat pedagang terancam merugi. Sebab perusahaan ini kini tengah digugat brand lokal Get All 40 di Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat.
Hal itu terungkap setelah PN Jakarta Pusat menerima pendaftaran gugatan dengan registrasi 775/Pdt.G/2025/PNPemilik.
Pemilik Get All 40 Benny Bong melalui pengacaranya, Oktavianus Rasubala menjelaskan bila permasalahan itu karena pihak WD 40 membatalkan sepihak kesepakatan dengan merek lokal Get All 40 yang sebelumnya di mediasi oleh DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual).
"Jadi para pedagang sebaiknya menghentikan sementara pembelian produk itu sampai menunggu kepastian hukumnya," kata Oktavianus, Kamis (20/11/2025).
Oktavianus menegaskan gugatan perbuatan melawan hukum itu merujuk pasal 1365 KUH Perdata setelah perusahaan pemilik WD 40 melanggar perjanjian setelah putusan MA, meskipun menjadi pemenang.
Oktavianus juga melihat jika gugatan Benny Bong meminta PT. Bersama Karya Trinimandiri sebagai
distrbutor resmi, agar menghentikan sementara pembelian dan distribusi produk WD 40 ke agen, toko pengecer, dan platform e commerce sambil menunggu keputusan penglanjutnyal
Sebab, lanjutnya, perbuatan perusahaan amerika itu telah mencederai kedaulatan Negara Indonesia, karena tidak menghormati forum mediasi yang telah dilakukan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual/DJKl, Kemeterian Hukum RI.
Di sisi lain, meski menjadi produk paling laris dan terkenal di Indonesia, sejatinya merek ini tidak pernah patuh terhadap kedaulatan negeri. Salah satunya belum berkantor di negara ini meski telah beroperasi selama puluhan tahun.
"Dia telah mencari untung di negara ini namun tidak ada kontribusi bagi negara ini. Termasuk membredel pelaku usaha lokal," terangnya.
Related News
Potensi Logam Tanah Jarang Bukan Kaleng-kaleng, Terbaik Ada di Mamuju
Pemerintah Lelang 10 Area Migas Baru, Terbesar di Timur Laut Dalam
Pelemahan Rupiah dan Ancaman PHK, Begini Kondisi Industri SepatuĀ
Imbal Hasil Obligasi 30 Tahun AS Tembus 5 Persen, Pertama Sejak 2007
Pertumbuhan Thailand Terkuat dalam 3 Kuartal, Tapi Masih Kalah dari RI
Rupiah Hari ini Masih Fluktuatif Cenderung Melemah





