EmitenNews.com - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia melaporkan penjualan sepeda motor domestik naik 1,1 persen secara tahunan menjadi 515.136 unit pada Juni 2026, memulihkan pasar dari penurunan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data resmi dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), kenaikan penjualan pada Juni 2026 tersebut juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,5 persen jika dihitung secara bulanan. Performa positif ini berhasil membalikkan kondisi pada bulan Mei 2026 yang sempat mengalami penurunan sebesar 8,0 persen secara bulanan serta terkontraksi sebesar 5,1 persen secara tahunan.

Pemulihan performa ini memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham emiten otomotif dan para pemegang saham terkait, mengingat sektor ini mampu bangkit kembali meskipun harus menghadapi tekanan biaya yang terjadi secara terus-menerus.

Jika diakumulasikan sepanjang paruh pertama tahun ini, total penjualan sepeda motor di pasar domestik telah mencapai angka 3,13 juta unit. Angka total akumulasi sepanjang semester pertama tersebut tercatat masih 0,3 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian industri pada periode yang sama tahun lalu.

Melihat perkembangan tren konsumsi tersebut, AISI mengeluarkan perkiraan bahwa volume penjualan total sepeda motor di Indonesia akan tetap berada dalam kondisi relatif stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit hingga akhir tahun ini. Proyeksi dari asosiasi ini menjadi landasan bagi pelaku pasar dalam mengukur stabilitas daya beli masyarakat secara makro.

Sebagai perbandingan dengan kinerja periode sebelumnya, penjualan sepeda motor di dalam negeri pada tahun lalu tercatat tumbuh sebesar 1,3 persen dengan total volume mencapai 6,4 juta unit. Catatan realisasi tersebut berhasil masuk ke dalam rentang target yang telah ditetapkan oleh pihak asosiasi, meskipun laju pertumbuhannya sedikit lebih lambat jika dibandingkan dengan peningkatan pada tahun 2024 yang mampu menyentuh angka 1,5 persen.

Bagi para pemegang saham serta investor di bursa efek, kepastian data volume yang diproyeksikan oleh AISI ini memberikan kejelasan terhadap arah pendapatan emiten perakitan kendaraan maupun emiten produsen komponen. Konsistensi permintaan motor baru yang tetap bertahan di atas angka enam juta unit per tahun ini berfungsi menjaga prospek profitabilitas perusahaan dan keberlanjutan pembagian dividen, sekaligus menjadi indikator penting bahwa perputaran likuiditas di tingkat konsumen masih berjalan aktif di pasar nasional.