Saham Kospi Korsel Melonjak 2 Persen Ditopang Sektor Chip
:
0
Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 2 persen ke level 7.420 pada hari Kamis, didorong oleh kebangkitan saham sektor semikonduktor menyusul kuatnya permintaan global terhadap cip kecerdasan buatan.(Ilustrasi: Intellectia AI)
EmitenNews.com - Indeks KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 2 persen ke level 7.420 pada hari Kamis, didorong oleh kebangkitan saham sektor semikonduktor menyusul kuatnya permintaan global terhadap cip kecerdasan buatan.
Lonjakan ini sekaligus memulihkan posisi KOSPI dari level terendah dalam satu bulan terakhir yang sempat menyentuh angka 7.250. Berdasarkan data Trading Economics, gairah pasar kembali setelah adanya laporan bahwa penawaran American Depositary Receipt (ADR) SK hynix yang direncanakan di Amerika Serikat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari tujuh kali lipat. Hal ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap produsen cip memori AI tersebut.
Dua raksasa teknologi, Samsung Electronics dan SK hynix, masing-masing membukukan kenaikan lebih dari 3 persen dan 7 persen. Pertumbuhan signifikan ini berhasil membalikkan keadaan setelah kedua saham tersebut mengalami penurunan tajam pada hari sebelumnya. Sektor pendukung lain juga mencatatkan penguatan, seperti SK Square sebesar 5,7 persen, LG Energy Solution sebesar 3,8 persen, serta Doosan Enerbility dan SK Inc. yang sama-sama naik 3,5 persen.
Selain faktor korporasi, sentimen positif pasar didorong oleh revisi proyeksi ekonomi makro. Bank Pembangunan Asia (ADB) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun 2026 menjadi 2,6 persen dari estimasi sebelumnya yang sebesar 1,9 persen. ADB menyebutkan bahwa tingginya permintaan AI global dan ekspor semikonduktor yang kuat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Meskipun pasar mengalami penguatan, para investor global dilaporkan tetap waspada. Ketegangan baru yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran terkait potensi kenaikan harga minyak dunia. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat memicu inflasi dan membatasi selera risiko pasar global secara keseluruhan.
Bagi pasar keuangan Indonesia, penguatan indeks KOSPI berkat sektor cip ini memberikan angin segar bagi sentimen regional Asia. Siklus kebangkitan industri teknologi ini berpotensi memberikan dampak positif tidak langsung terhadap saham-saham sektor teknologi dan energi di Bursa Efek Indonesia, meskipun pelaku pasar domestik juga perlu mencermati dampak ketegangan AS-Iran terhadap pergerakan harga komoditas dan nilai tukar rupiah.(*)
Related News
Rupiah Tembus Rp18.073, Tekanan Ritel Bebani Pasar
Penjualan Ritel Juni 2026 Membaik di Tengah Penurunan Musiman
Harga Emas Dunia Merosot, Emas Antam Turun ke Rp2,63 Juta
Penjualan Motor Juni 2026 Naik, Sentimen Positif Bagi Emiten Otomotif
Imbal Hasil Obligasi Jepang 10 Tahun Tembus Rekor Tertinggi 30 Tahun
AS-Iran Memanas, Wall Street Beragam, Suku Bunga Fed Intai RI





