EmitenNews.com - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap produk unggas langsung dari peternak mandiri secara nasional untuk mendongkrak harga di tingkat peternak.

Upaya mendorong komitmen SPPG ini dilakukan menjelang aktifnya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai libur sekolah pada pertengahan Juli mendatang. Bapanas telah melakukan simulasi program tersebut di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, berharap program ini dapat meluas ke seluruh Indonesia. Penyerapan serentak oleh seluruh SPPG diyakini mampu mengangkat harga karena jumlah peternak mandiri mencapai 10 persen. Bapanas berencana mengumpulkan pihak terkait di Jawa Barat untuk menyamakan persepsi agar SPPG membeli langsung dari peternak.

"Begitu nanti SPPG jalan di Juli, serap dengan harga mendekati HAP (Harga Acuan Pembelian). Nah kalau seluruh SPPG se-Indonesia (serentak), pasti keangkat itu, karena (total jumlah) peternak mandiri 10 persen," ujar Maino.

Namun, Maino menekankan perlunya upaya dari para peternak untuk meningkatkan kualitas produk mereka. SPPG tidak mungkin membeli ayam dalam bentuk hidup, sehingga peternak dituntut untuk naik kelas.

Selain melalui SPPG, Bapanas mendorong penyerapan produk unggas lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin setiap minggu. Kabupaten Bogor menjadi salah satu contoh wilayah yang aktif dengan menggelar 500 kali GPM dalam setahun di seluruh kecamatan.

Ketua Umum Permindo, Kusnan, menyatakan sepakat dengan langkah Bapanas terkait peningkatan kelas peternak unggas. Menurutnya, peternak tidak boleh hanya menyediakan ayam hidup (*live bird*). Kusnan berharap ada integrasi antara serapan peternak rakyat mandiri dengan program pemerintah, termasuk bantuan pangan telur dan daging ayam tahun ini.

"Kondisi saat ini yang perlu diselamatkan adalah peternak yang kondisinya saat sedang tertekan dan untuk berlanjut agak berat. Untuk itu integrasi program pemerintah di bantuan pangan dan operasi pasar harusnya tahun ini, kondisi saat ini momen-momen yang pas untuk bergerak lagi," kata Kusnan.(*)