EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis persentase penduduk miskin pada September 2021 turun 0,43 persen poin terhadap Maret 2021 dan turun 0,48 persen poin terhadap September 2020.


Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengklaim penurunan persentase dan jumlah penduduk miskin itu tak lepas dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


"Pemerintah terus melindungi masyarakat miskin dan rentan yang terdampak pandemi, termasuk melalui berbagai program bantuan sosial dalam Program PEN,” kata Kepala BKF dalam rilisnya, Senin (17/1).


Febrio mengungkapkan pada tahun 2021 realisasi sementara total anggaran perlindungan sosial, baik yang dilaksanakan melalui belanja pemerintah pusat maupun Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) adalah Rp480 triliun. Realisasi ini 130,5 persen dari pagu APBN 2021.


“Untuk tahun 2022, Pemerintah memastikan program perlindungan sosial akan tetap kuat dan besarannya akan disesuaikan dengan kecepatan pemulihan ekonomi,” ujarnya.


Pemulihan ekonomi Indonesia yang semakin menguat di akhir tahun 2021 tercermin dari rilis data BPS yang menunjukkan penurunan kembali persentase penduduk miskin yang menyentuh satu digit. Yaitu 9,71 persen pada September 2021, dari sebelumnya sebesar 10,14 persen pada Maret 2021 sehingga telah mendekati level pra-pandemi.


Dilihat dari jumlah orang, jumlah penduduk miskin pada September 2021 sebesar 26,50 juta orang, menurun 1,04 juta orang dari Maret 2021 yang sebanyak 27,54 juta jiwa.(fj)