Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Warga Jangan Panic Buying
:
0
Antrean panjang di SPBU di Banda Aceh. Dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Pemerintah memastikan persediaan bahan bakar minyak (BBM) cukup di tengah berkecamuknya konflik Timur Tengah. Karena itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Pasokan energi tetap aman dan terkendali.
Pemerintah mengeluarkan imbauan tersebut setelah terjadinya panic buying di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya Aceh, menyusul adanya kekeliruan informasi mengenai pasokan BBM Pertamina di tengah konflik Timur Tengah dan isu kenaikan harga minyak dunia.
Dalam keterangannya yang dikutip Minggu (8/3/2026), Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini, sebab pemerintah memastikan ketersediaan BBM dalam kondisi aman. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan maupun Idul Fitri 2026.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan," ujarnya.
Distribusi BBM ke berbagai daerah di Indonesia berjalan lancar untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Kementerian ESDM juga memastikan tidak ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini.
"Sudah disampaikan oleh Menteri ESDM bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini," tegasnya.
Pertamina Patra Niaga yang memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Pertamina Siagakan 2.074 SPBU 24 Jam dan 6.300 Agen LPG
"Kami terus memastikan ketersediaan pasokan BBM dan elpiji bagi masyarakat," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Pertamina memproyeksi konsumsi bensin alias Pertalite dan Pertamax cs akan meningkat 12 persen dari konsumsi normal. Sebaliknya, konsumsi solar diperkirakan turun 14,5 persen seiring terbatasnya mobilitas kendaraan logistik.
Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi energi pada periode tersebut, Pertamina telah melakukan berbagai upaya penguatan layanan, antara lain melalui build up stock serta memastikan kesiapan sarana dan fasilitas distribusi.
Related News
Bunga Kredit Himbara 5 Persen, Demikian Titah Presiden Untuk Rakyat
Aplikator Wajib Manut, Porsi Pendapatan Ojol Minimal 92 Persen!
Progres 59 Persen, Bendungan Bagong PTPP Didorong Rampung Lebih Cepat
Banyak Mobil Pecah Ban Mendadak di KM 17 Jagorawi, JSMR Minta Maaf
Hadiri May Day 2026, Prabowo Sampaikan Hal yang Bahagiakan Buruh
Ini Imbas Tabrakan Maut Kereta, Korlantas Polri Panggil Operator Taksi





