Pemerintah Siapkan Storage Minyak Baru di Sumatra
:
0
Foto: Setneg
EmitenNews.com - Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak atau storage baru di sejumlah wilayah Sumatra untuk meningkatkan ketahanan cadangan minyak nasional hingga 60 hari saat impor crude. Langkah strategis ini dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (13/11/2026).
Pembangunan fasilitas penyimpanan ini ditargetkan mampu melonjakkan kapasitas simpan cadangan minyak Indonesia dari kondisi saat ini yang berada di atas 20 hari. Selain penyiapan storage, pemerintah juga memfokuskan penguatan ketahanan energi nasional melalui persiapan implementasi bioetanol E20 hingga E50 serta mempertahankan program biodiesel B50 di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa proyek pembangunan fasilitas tersebut dirancang untuk mengamankan pasokan minyak mentah nasional.
"Di samping itu kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude, itu semuanya bisa ada tempatnya di atas 20 hari. Target kita bisa sampai dengan 60 hari," ujar Bahlil dalam keterangannya usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (13/11/2026).
Studi kelayakan untuk pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut telah selesai dilaksanakan. Pemerintah bakal mulai melakukan peninjauan lokasi pada akhir tahun ini dengan menaruh perhatian utama pada aspek keselamatan dan risiko bencana alam.
"Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan," tegas Bahlil.
Terkait pengembangan energi nabati, pemerintah menyiapkan rencana strategis bioetanol E20 hingga E50 lewat kolaborasi Kementerian ESDM dan Kementerian Pertanian di sektor hulu, sembari tetap mempertahankan program B50.
"E20 sampai dengan E50 dan kami sudah menyiapkan renstranya. Saya dengan Pak Mentan, karena hulunya itu adalah kolaborasi antara Pak Mentan dengan ESDM. Dan menyangkut dengan B50 tetap kita pertahankan, karena ini adalah geopolitik yang tidak pernah kita tau ujungnya ke mana," tambah Bahlil.
Upaya kombinasi antara pembangunan storage minyak strategis dan energi berbasis nabati ini menjadi fondasi kunci pemerintahan Presiden Prabowo dalam menjaga kemandirian energi nasional. Langkah ini penting bagi Indonesia guna menjamin kelancaran pasokan serta melindungi perekonomian domestik dari gejolak pasar energi dunia.(*)
Related News
HBA Kalori Rendah Naik, Peluang Bagi Emiten Tambang
IHSG Rontok ke 4.904, 624 Saham Anjlok, TMPO Malah Naik Paling Tinggi
IHSG Mendadak Jebol ke 4.910 Dekati 3,6% Penurunan, Ada Apa?
Jeda Siang, IHSG Sesi I (3/11) Berbalik Arah dan Anjlok 2,62% ke 4.963
Lanjutkan Penguatan, IHSG Dibuka Naik 0,62% ke Level 5.128
Produksi Jagung Anjlok, Emiten Pakan Perlu Waspada





