EmitenNews.com - Intiland Development (DILD) sepanjang 2024 mengemas laba bersih Rp174,76 miliar. Tumbuh tipis 0,37 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp174,1 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar ikut beringsut naik menjadi Rp16,86 dari sebelumnya Rp16,80. 

Pendapatan usaha Rp2,55 triliun, drop 34,61 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp3,9 triliun. Beban pokok penjualan, dan beban langsung Rp1,76 triliun, menciut signifikan dari akhir 2023 senilai Rp2,32 triliun. Laba kotor tercatat Rp785,35 miliar, anjlok 50,63 persen dari posisi sama tahun lalu Rp1,58 triliun. 

Beban penjualan Rp58,94 miliar, bengkak dari Rp48,69 miliar. Beban umum dan administrasi Rp272,17 miliar, bengkak dari Rp266,63 miliar. Total beban usaha Rp331,12 miliar, bengkak dari akhir 2023 senilai Rp315,32 miliar. Laba usaha terkumpul Rp454,23 miliar, melorot 64,56 persen dari Rp1,27 triliun. 

Beban lain-lain bersih Rp120,48 miliar, susut dari Rp812,72 miliar. Itu terdiri dari keuntungan atas penghapusan liabilitas keuangan Rp328,16 miliar dari nihil. Pendapatan dividen Rp21,5 miliar, naik dari Rp13,63 miliar. Pendapatan bunga Rp19,56 miliar, turun dari Rp24,28 miliar. 

Keuntungan penjualan investasi entitas anak Rp1,74 miliar dari nihil. Ekuitas entitas asosiasi sebelum pelepasan Rp1,49 miliar dari nihil. Keuntungan penjualan aset tetap Rp384,42 juta, turun dari Rp836,08 juta. Keuntungan kurs mata uang asing Rp126,76 juta, melangit dari minus Rp1,77 miliar.

Beban bunga Rp359,41 miliar, susut dari Rp389,47 miliar. Komponen pendanaan atas liabilitas kontrak Rp97,83 miliar turun dari Rp187,37 miliar. Rugi penjualan investasi entitas asosiasi Rp12,18 miliar dari nihil. Ekuitas entitas anak sebelum pelepasan Rp25,52 juta dari nihil. Dampak modifikasi atas aros kas liabilitas nihil dari Rp62,36 miliar. 

Untung dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi nihil dari Rp709,63 juta. Cadangan kerugian penurunan nilai uang muka nihil dari Rp286,04 miliar. Lain-lain bersih Rp24 miliar, mengalami penciutan dari akhir tahun sebelumnya Rp49,87 miliar. 

Laba tahun berjalan Rp263,85 miliar, berkurang signifikan dari Rp758,02 miliar. Jumlah ekuitas Rp6,74 triliun, naik dari Rp6,53 triliun. Total liabilitas Rp6,96 triliun, berkurang signifikan dari akhir 2023 sebesar Rp8,06 triliun. Jumlah aset tercatat Rp13,7 triliun, susut dari Rp14,6 triliun. (*)