Penjualan FORE Tembus Rp1 Triliun, Dongkrak Laba Naik 34 Persen
:
0
Suasana di dalam salah satu gerai Fore Coffee milik PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE). Foto: Fore Coffee
EmitenNews.com - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membukukan kinerja positif sepanjang semester I-2026 dengan mencatatkan lonjakan penjualan dan laba, seiring ekspansi gerai yang terus dilakukan perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited per 30 Juni 2026, FORE membukukan penjualan neto sebesar Rp1,00 triliun, melonjak 51,00% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp662,3 miliar.
Di tengah meningkatnya beban pokok pendapatan, perseroan masih mampu membukukan laba bruto sebesar Rp622,0 miliar, tumbuh 52,00% dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp409,2 miliar.
Setelah menghitung beban operasional dan biaya lainnya, FORE mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp56,4 miliar, meningkat 34,29% dibandingkan laba sebesar Rp42,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan kinerja tersebut turut mengerek laba per saham dasar menjadi Rp6,33 per saham, naik 13,44% dibandingkan sebelumnya sebesar Rp5,58 per saham.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 8,53% menjadi Rp1,25 triliun, dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,16 triliun. Nilai tersebut terdiri atas aset lancar sebesar Rp462,99 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp796,37 miliar.
Sejalan dengan ekspansi usaha, total liabilitas turut meningkat 8,78% menjadi Rp521,6 miliar, dari sebelumnya Rp479,5 miliar pada akhir 2025. Liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp377,5 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp144,1 miliar.
Sementara itu, ekuitas perseroan tercatat naik 8,39% menjadi Rp737,6 miliar, dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp680,5 miliar.
Dari sisi arus kas, FORE berhasil membukukan kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp156,39 miliar, tumbuh 19,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp130,70 miliar. Peningkatan tersebut ditopang oleh penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp1,01 triliun.
Di sisi lain, perseroan mencatatkan pengeluaran investasi sebesar Rp115,36 miliar, meningkat 86,76% secara tahunan. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk penambahan aset tetap senilai Rp107,63 miliar. Adapun arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp104,60 miliar, yang mayoritas digunakan untuk pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp90,05 miliar.
Related News
Paruh Pertama, Laba dan Pendapatan ARNA Kompak Melonjak
MLPT Stock Split 1:25 Hari Ini, Harga Teoritis Rp1.040
Melesat 196 Persen, Semester I PTPP Raup Laba Rp193,46 Miliar
Respon Atas Gugatan PKPU Terhadap Anak Usaha, Begini Langkah WIKA
Siap Lunasi Obligasi, Wahana Inti Selaras (WISL) Alokasikan Rp845,50M
TPIA Ungkap Progres CA-EDC Capai 72 Persen, Siap Garap Tahap II USD1M





