EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup rontok 0,53 persen atau terkoreksi 37,36 poin ke level Rp6.989,43 pada perdagangan Senin (6/4/2026). Sejak awal perdagangan IHSG bergerak melemah dari posisi Rp7.001,56.

Merujuk riset Phintraco Sekuritas 7 April 2026, kenaikan harga minyak mentah imbas konflik Timteng yang masih berlanjut. Hal ini membuat investor berada pada posisi tidak menentu di tengah eskalasi konflik.

Ditambah sejumlah saham yang masuk dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) menambah sentimen negatif yang membebani indeks. Kenaikan harga minyak mentah di level tertinggi juga berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang bisa memicu bertambahnya defisit APBN.

Termasuk, depresiasi rupiah berpotensi meningkatkan kenaikan inflasi barang-barang impor. Kenaikan harga minyak dunia sebesar 1 USD per barel, diperkirakan memicu tambahan subsidi mencapai Rp6,8 T. Kendati demikian, pemerintah mengklaim masih memiliki dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp420 T.

Imbas kejadian tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan diuji pada level Rp6.900-7.100. Sejumlah saham juga direkomendasikan untuk dicermati seperti RAJA, RATU, DOOH, PSAB, dan HRTA.

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih rawan terkoreksi ke area Rp6.745-6.849. Meski demikian, IHSG sudah menyelesaikan wave A pada lable biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke level Rp7.323-7.450, dengan support area di Rp6.917, Rp6.846 serta resistance di Rp7.207 dan Rp7.302.

Adapun sejumlah saham yang dapat dicermati pada Selasa (7/4) di antaranya:

BKSL - Spec Buy

BKSL bergerak flat ke 108 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun belum mampu menembus MA20. Kami perkirakan, posisi BKSL saat ini sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).

Spec Buy: 104-107

Target Price: 113, 119

Stoploss: below 103

BRPT - Buy on Weakness

BRPT menguat 5,08% ke 1,345 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi BRPT saat ini sedang berada di akhir wave 5 dari wave (C) dari wave [B].

Buy on Weakness: 1,160-1,255

Target Price: 1,610, 1,890

Stoploss: below 1,080