Perang Meluas, IHSG Lanjut Tertekan
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup mixed. Saham-saham produsen chip masih melemah, namun investor juga mencermati perkembangan konflik Timur Tengah. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan segera mengambil keputusan apakah akan melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, setelah konflik meluas di Laut Merah.
Harga minyak koreksi setelah diberitakan Pakistan sedang mempertimbangkan jalur untuk memulai negosiasi perdamaian baru antara AS dan Iran, dengan dorongan diprakarsai Tiongkok. Rezim Trump memberlakukan tarif terhadap barang-barang lebih dari 80 negara, dengan alasan negara-negara tersebut gagal melarang praktik kerja paksa.
Tarif baru tersebbut berlaku untuk mitra dagang mencakup 99,4 persen perdagangan AS. Namun, hanya beberapa jam tarif tersebut diberlakukan, sudah mendapat gugatan hukum dari dua usaha kecil. Pekan ini, perhatian investor global masih akan tertuju pada perkembangan konflik AS-Iran, seiring indikasi perundingan akan dimulai di tengah konflik makin meluas.
Investor juga akan mencermati pertemuan the Fed, data ekonomi AS termasuk product domestic bruto (PDB) kuartal II 2026, PCE Prices, dan laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar. Daratan Eropa akan merilis data PDB, inflasi Zona Euro, dan keputusan moneter Bank of England.
Sedang investor Asia akan menanti keputusan suku bunga Bank of Japan, dan Tiongkok akan mengadakan pertemuan Politbiro untuk evaluasi pertengahan tahun. Selain mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi global, investor akan mencermati earning season kuartal II 2026, dan aksi korporasi emiten.
So, indeks harga saham gabbungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan koreksi. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 27 Juli 2026, IHSG akan menyusuri level support 6000-6100, dan resistance 6.300. Terutama kalau didukung sejumlah sentimen negatif termasuk konflik AS-Iran kian memanas, harga minyak kembali menguat, dan tarif tambahan dari AS.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Bank Central Asia (BBCA), Chandra Asri (TPIA), Buana Lintas Lautan (BULL), AKR Corporindo (AKRA), Sarana Menara (TOWR), dan Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS). (*)
Related News
Sentimen BI Masih Topang IHSG, Simak Analisis KISI
IHSG Rawan Koreksi, Pantau Saham-Saham Ini
Bagaimana Prediksi IHSG Hari Ini? Cek!
Asing Net Sell Rp1,25T di Akhir Pekan, Ini Deretan Top Buy & Top Sell!
Jajaran 10 Top Losers Sepekan, Ada JELI hingga RANS
10 Top Gainers Sepekan, Pantau Daftarnya!





