Perbaiki Struktur Permodalan, Royaltama (RMKO) Siapkan Right Issue
:
0
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO)
EmitenNews.com - PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) menyiapkan sejumlah langkah untuk memperbaiki struktur permodalan setelah saldo laba ditahan belum dicadangkan perseroan mencatat defisit Rp84,16 miliar pada semester I 2026.
Defisit tersebut meningkat Rp47,38 miliar atau 128,8% dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat Rp36,78 miliar. Kenaikan terutama disebabkan rugi bersih periode berjalan sebesar Rp47,38 miliar.
Sekretaris Perusahaan RMKO Elbert menjelaskan, kerugian tersebut terutama berasal dari segmen pertambangan dan jasa sewa. Beban pokok pendapatan pada kedua segmen tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang dihasilkan, sementara laba dari segmen konstruksi belum mampu sepenuhnya menutup kerugian tersebut.
"Kerugian tersebut terutama dipengaruhi oleh beban pokok pendapatan pada segmen pertambangan dan jasa sewa yang masih lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang dihasilkan, sehingga laba dari segmen konstruksi belum sepenuhnya dapat menutup kerugian pada kedua segmen tersebut," jelas Elbert dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu, (30/8/2026).
Tekanan tersebut antara lain berasal dari biaya bahan bakar, gaji dan tunjangan, perbaikan dan pemeliharaan, serta beban penyusutan. Di sisi lain, utilisasi alat dan produktivitas juga masih dalam proses optimalisasi.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, RMKO berencana meningkatkan modal disetor melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau right issue. Langkah ini akan dibarengi dengan perbaikan kinerja operasional dan profitabilitas.
Perseroan juga akan melakukan pengendalian biaya, meningkatkan utilisasi dan produktivitas alat berat, mengevaluasi tarif serta struktur biaya kontrak, mengoptimalkan penagihan piutang, dan memperketat pengelolaan modal kerja.
Elbert mengatakan manajemen menargetkan pemulihan saldo laba secara bertahap melalui tambahan modal disetor dan peningkatan profitabilitas sebagaimana tercermin dalam proyeksi keuangan periode 2026–2028 yang sebelumnya telah disampaikan kepada OJK.
"Pemulihan saldo laba menjadi positif akan bergantung pada realisasi laba bersih Perseroan pada periode-periode mendatang," ujarnya.
Sejumlah strategi perbaikan yang telah disiapkan sejak tahun buku 2025 juga mulai dijalankan, termasuk pengendalian biaya operasional, optimalisasi alat berat, evaluasi profitabilitas setiap proyek atau kontrak, pengendalian biaya bahan bakar dan pemeliharaan, serta optimalisasi penagihan piutang.
Related News
Sales Rp732M, Laba Emiten Minyak Kelapa Ini Lompat Enam Kali Lipat
6 Pucuk Pimpinan TOWR Eksekusi MESOP 145 Juta Saham Rp50,1 Miliar
Turun Peringkat Kredit PTPP ke idBB CreditWatch Negatif, Akibat Ini
Milik Orang Terkaya Ke-2 RI, Samindo (MYOH) Raup Laba USD7,98 Juta
Platinum Berkah Divestasi 6,87 Persen Saham RGAS Rp20,4 Miliar
Kinerja WIKA Semester I 2026 Masih Rugi Rp1,48T, Tapi Pendapatan Naik





