EmitenNews.com - Bank Tabungan Negara (BBTN) memperluas peran di Kota Padang, Sumatera Barat. Tidak hanya mengandalkan bisnis pembiayaan perumahan, BTN mulai membangun ekosistem layanan perbankan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Padang. Strategi itu, mencakup pengelolaan keuangan daerah, digitalisasi layanan publik, pengembangan UMKM, pelayanan kesehatan, hingga peningkatan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) melalui akses perumahan.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi Beyond Mortgage, dan sejalan arah transformasi Danantara. BTN ingin membawa kompetensi sektor perumahan untuk mendukung kebutuhan pemerintah daerah, dan masyarakat secara lebih luas. “Kami ingin bergerak lebih luas. Bukan sekadar sebagai penyedia pembiayaan rumah, tetapi menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” kata Nixon dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama BTN dengan Pemerintah Kota Padang di Balai Kota Padang, Senin (10/8/2026).

Menurut Nixon, Kota Padang memiliki posisi strategis sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa, pendidikan, pariwisata, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Potensi itu, ditopang sejumlah sektor. Mulai perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kuliner dan budaya Minangkabau.

Pertumbuhan ekonomi daerah tersebut dinilai membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan. BTN memiliki fondasi kuat sektor perumahan Kota Padang. Market share kredit pemilikan rumah (KPR) BTN di kota tersebut mencapai sekitar 44 persen. BTN telah bekerja sama dengan sejumlah pengembang properti (developer) yang menyediakan pilihan hunian bagi masyarakat.

Nixon, melanjutkan capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Kota Padang. Terutama dalam memenuhi kebutuhan perumahan ASN. BTN akan menghubungkan kebutuhan hunian ASN dengan ketersediaan rumah dari developer mitra serta dukungan pembiayaan. Namun, pendekatan BTN tidak sebatas mendorong ASN mengambil KPR.

BTN juga akan mengedukasi mengenai perencanaan kepemilikan rumah. Mulai pilihan hunian, kemampuan pembiayaan, skema pembiayaan, hingga perencanaan kepemilikan rumah sesuai kemampuan masing-masing. “Kepemilikan rumah merupakan bagian penting dari kesejahteraan ASN. Rumah bukan hanya aset. Tetapi tempat keluarga tumbuh, anak-anak belajar, dan keluarga membangun masa depan,” ujarnya.

Nixon menegaskan kesepakatan tersebut bukan menjadi titik akhir. Melainkan awal dari kolaborasi lebih luas. Dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), misalnya, BTN membuka ruang kerja sama dalam mendukung pengelolaan rekening kas umum daerah (RKUD), layanan perbankan, dan transaksi pemerintah daerah lebih efektif, dan digital.

Sementara dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, kolaborasi diarahkan pada pengelolaan, dan pengembangan hunian, rumah susun, dan penyediaan solusi perbankan BTN. Ekosistem itu, juga akan diperkuat melalui keterlibatan developer untuk memperluas pilihan hunian masyarakat. Di sektor UMKM, BTN akan memperluas akses pembiayaan, layanan transaksi, dan digitalisasi. “Langkah itu, diharap mendorong pelaku UMKM tumbuh, dan naik kelas,” harapnya.

Kolaborasi juga menyasar sektor kesehatan. Bersama RSUD dr. Rasidin, BTN membuka peluang digitalisasi penerimaan rumah sakit dan pengembangan kanal pembayaran. Efisiensi, dan modernisasi pengelolaan keuangan rumah sakit. Melalui strategi Beyond Mortgage, BTN ingin mengubah pendekatan dari sekadar pembiayaan rumah menjadi ekosistem perumahan dengan layanan perbankan lebih komprehensif.

BTN juga mendorong kemitraan pembangunan. Agar kerja sama dengan pemerintah daerah dapat berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang.“Membangun rumah bukan hanya membangun sebuah bangunan. Membangun rumah adalah membangun keluarga. Dan ketika kita membangun keluarga, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Kota Padang,” tuturnya.