Pertamina Perkirakan Kebutuhan Bensin Naik 10,3 Persen, Solar 8,7 Persen
:
0
EmitenNews.com - Pertamina memastikan seluruh lini perusahaan dari hulu, pengolahan, transportasi hingga hilir yakni pemasaran dan distribusi, telah siap melayani kebutuhan energi masyarakat sepanjang periode Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2023.
Merujuk pada data yang dikeluarkan Pemerintah, jumlah pemudik diprediksi mencapai 123,8 juta orang dengan berbagai pilihan moda transportasi. Berdasarkan data tersebut, Pertamina menyusun perencanaan dan menyediakan pasokan BBM.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komis VI DPR RI, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menjelaskan telah terjadi tren peningkatan kebutuhan energi jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di mana di 2020-2021 jumlah pemudik sedikit karena masih dalam pandemi COVID19 dan mulai meningkat sejak 2022 hingga di tahun ini.
“Kami melakukan berbagai hal. Apa yang sudah baik di tahun 2022 dilanjutkan dan juga akan ada penguatan di tahun 2023 ini,” ujar Nicke.
Menurut Nicke, di masa Satgas RAFI 2023, Pertamina memastikan dan memantu ketat 3 (tiga) wilayah yakni lokasi wisata yang meliputi 11 daerah, 9 jalur mudik utama dan logistik, serta 17 daerah yang rawan bencana.
“Untuk tiga lokasi ini, kami merencanakan ada tiga skema yakni pertama suplai reguler yaitu dalam kondisi normal. Yang kedua ketika terjadi suatu kejadian bencana kita menggunakan skema alternatif. Yang ketiga, Pertamina juga menyiapkan skema emergency,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Nicke, berdasarkan database dari Pertamina Integrated Enterprise Data Command Centre (PIEDCC), selanjutnya Pertamina melakukan perencanaan yang lebih detail, yang tidak hanya stok per daerah melainkan sampai ke SPBU.
Lebih lanjut Nicke menguraikan, berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan dan PIEDCC, Pertamina memproyeksikan akan terjadi peningkatan kebutuhan LPG sebesar 3%, BBM jenis Gasoline 10,3 % dan Avtur sebesar 7,35. Adapun BBM jenis Gasoil diperkirakan menurun 8,7% dari kondisi normal.
“Ini semua kami lakukan alignment dengan kilang, kapal dan juga upstream. Agar jangan sampai peningkatan demand ini diisi oleh impor, melainkan dari kilang dan produksi dalam negeri,” imbuh Nicke.
Untuk itu, kata Nicke, Pertamina telah menyiapkan tambahan pasokan pada hampir semua jenis produk kecuali Gasoil yang tetap dijaga dalam kondisi normal, khususnya mengantisipasi masa puncak yang diprediksi akan terjadi pada 1 April – 9 Mei 2023.
Related News
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi
Bursa Besok Libur, IHSG Hari Ini Dibuka Melorot 1,04 Persen ke 7.027
Sejumlah Komoditas Berikut Kini Dibatasi Impornya Demi Swasembada





