Pertemuan Tump - Xi Jinping Angkat Kembali Dow Jones di Atas 50.000
:
0
Pertemuan Presiden China Xi Jinping dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing, Kamis (14/5). Foto: Xinhua
EmitenNews.com - Indeks saham utama New York ditutup menguat karena pertemuan puncak antara pemimpin AS dan Tiongkok menghidupkan kembali minat investor terhadap saham teknologi. Dow Jones Industrial Average kembali naik di atas 50.000, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite kembali mencetak rekor tertinggi baru.
Pada 14 Mei, Dow Jones naik 370,26 poin, atau 0,75%, dan ditutup pada 50.063,46 di Bursa Saham New York. S&P 500 naik 56,99 poin, atau 0,77%, menjadi 7.501,24, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 232,88 poin, atau 0,88%, menjadi 26.335,22.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq sama-sama mencetak rekor intraday dan penutupan baru. Dow Jones juga kembali menembus level 50.000.
Sentimen investor membaik setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu di Beijing pada 14 Mei dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kerja sama ekonomi. Harapan untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Beijing juga menguat setelah Trump memasukkan sejumlah besar kepala eksekutif perusahaan teknologi dan keuangan terkemuka dalam delegasinya ke Tiongkok.
Saham-saham teknologi memimpin kenaikan. Indeks Semikonduktor Philadelphia naik tajam, meningkatkan sentimen terhadap produsen chip. Nvidia naik 4,36% karena ekspektasi meningkat terhadap penjualan chip H200-nya di China setelah berita bahwa CEO Jensen Huang ikut serta dalam perjalanan ke Beijing.
Di antara komponen Dow, Cisco Systems melonjak 13,03% setelah melaporkan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar dan mengumumkan rencana untuk memangkas 5% tenaga kerjanya. Sebaliknya, Boeing turun 4,73% karena investor mengambil keuntungan meskipun ada ekspektasi pembelian pesawat besar-besaran dari China.
Trump dijadwalkan meninggalkan Beijing Jumat sore ini tanggal 15 Mei dengan pesawat Air Force One dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing. Hal itu akan mengakhiri kunjungan tiga harinya ke China, yang dimulai pada malam tanggal 13 Mei.
Sehari sebelumnya, Trump mengadakan pembicaraan puncak dengan Xi selama sekitar 135 menit. Mereka membahas tarif dan ketegangan perdagangan, program nuklir Iran, Taiwan, dan situasi di Semenanjung Korea.
Berdasarkan pernyataan dari kedua belah pihak, Washington dan Beijing sepakat tentang perlunya menstabilkan hubungan. Mereka juga berbagi pandangan tentang perluasan kerja sama ekonomi dan perdagangan serta pengelolaan ketegangan di Timur Tengah. Kedua pihak menegaskan penentangan mereka terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Iran, militerisasi Selat Hormuz, dan pengenaan biaya transit di sana.
Pertemuan tersebut menekankan kerja sama. Trump menggambarkan AS dan China sebagai "negara-negara terpenting dan terkuat di dunia" dan menekankan perlunya bekerja sama. Xi mengatakan kedua negara harus menjadi mitra, bukan saingan. Kedua pemimpin juga menampilkan suasana ramah dengan berjalan-jalan di taman dan jamuan makan malam kenegaraan.
Related News
Pemerintah Siapkan Support, Zarubezhneft Setuju Lanjutkan Blok Tuna
Terungkap, Trump Beli Saham Nvidia dan Apple, Lepas Amazon
Temuan Uang Palsu Makin Turun, Ternyata ini Penyebabnya
Paradise Indonesia JWC 2026 Berakhir, Ini Deretan Pemenangnya
IHSG Anjlok Nyaris 2 Persen, Emiten Prajogo Dominasi Top Losers
IHSG Siang (13/5) Menjunam 1,81 Persen, Saham Eks MSCI Jadi Beban





