Pesta IPO Juli 2026, Lima Calon Emiten Telah Tampil, Cek Daftarnya!
:
0
Ilustrasi lima calon emiten yang akan IPO di BEI Juli mendatang. Foto: AI/EmitenNews
EmitenNews.com - Sebanyak lima calon emiten telah mengumumkan rencana Initial Public Offering (IPO) atau melantai di BEI pada Juli 2026 mendatang. Dari kelima calon emiten itu, tiga di antaranya berasal dari sektor healthcare.
Pengumuman rencana IPO kelima calon emiten itu berlangsung menjelang berakhirnya bulan Juni 2026 atau semester I 2026. Jika terealisasi, maka terdapat enam emiten yang berhasil menggelar IPO di BEI pada tahun 2026, menyusul PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang telah melantai pada April 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun Emitennews, berikut daftar calon emiten yang mengumumkan rencana IPO di BEI pada Juli mendatang.
- PT Niramas Utama Tbk (JELI)
Perseroan merupakan produsen makanan dan minuman penutup (dessert) dengan merek Indonesia Nata de Coco (INACO). Dengan posisinya saat ini, JELI merupakan market leader pada kategori jelly di saluran modern trade, dengan pangsa pasar mencapai 49,57% per 2025.
Dengan rencana IPO di BEI, JELI berpotensi meraup dana segar mencapai Rp392 miliar, dengan 51% di antaranya ditujukan untuk penyertaan modal ke anak usaha guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.
Harga bookbuilding dipatok di rentang Rp900-Rp1.120 per saham pada 15-22 Juni 2026. Sementara itu, JELI dijadwalkan mulai melantai di BEI pada 7 Juli 2026.
- PT Prodia Diagnostic Line (PRDL)
Perseroan merupakan produsen alat kesehatan In Vitro Diagnostic (IVD). Entitas asosiasi Prodia Widyahusada ini, berdiri sejak tahun 2010 di Indonesia, di mana perseroan merupakan pionir produsen reagen dan instrumen IVD dalam negeri yang berkomitmen untuk menyediakan produk dan layanan berkualitas unggul dengan standar mutu yang ketat.
Dengan rencana IPO di BEI, PRDL berpotensi mengantongi dana segar maksimal sebesar RP62,74 miliar, dengan sekitar Rp36 miliar atau 57% di antaranya ditujukan untuk pelunasan pokok fasilitas kredit bank.
PRDL mematok harga penawaran atau bookbuilding sebesar Rp100 hingga Rp120 per saham selama rentang waktu 18 – 23 Juni 2026, dan pencatatan di BEI dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
- PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI)
Bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia dengan pengalaman lebih dari 25 tahun. EMMI memegang hak eksklusif 9 merek medtech global seperti Air Liquide Healthcare dan Medicon, serta melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia.
Related News
Perkuat Sinergi dengan Pemkab Samosir, BTN Lakukan Tindakan ini
IHSG Merosot ke Level 6.116, DSSA Paling Aktif, MBMA Top Loser LQ45
Manulife Ajak Masyarakat Jalani Hidup dengan Perlindungan Fleksibel
IHSG Siang (22/6) Keok 1,25 Persen, Balik ke Level 6.000
Dibuka Turun, Saham Hynix dan SK Square Angkat Kembali Indeks Kospi
Prabowo Minta Danantara Garap ini Untuk Dorong Pertumbuhan





