EmitenNews.com - Anak usaha PT PLN Nusantara Power, yakni PLN NPC, memperkuat ekspansi bisnisnya di Asia Tenggara dengan menuntaskan empat proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung sistem kereta listrik East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia.

Penyelesaian dan pengoperasian empat ECRL Feeder Station sepanjang tahun 2026 tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi PLN Nusantara Power pada Rabu (7/10). Proyek ini mencakup wilayah Tunjung, Seberang Jertih, Jambu Rias, dan Gombak, dengan beberapa di antaranya selesai lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Feeder Station 01 di Tunjung, Kelantan mulai beroperasi pada 15 Januari 2026 sebagai koneksi pasokan massal. Proyek ini rampung 15 hari lebih cepat dari target awal. Selanjutnya, Feeder Station 09 di Jambu Rias mulai beroperasi pada 27 Februari 2026, atau selesai satu bulan lebih awal dari jadwal.

Sementara itu, Feeder Station 02 di Seberang Jertih, Terengganu beroperasi pada 30 April 2026. Dalam pengerjaan proyek ini, PLN NPC membangun kabel bawah tanah (Underground Cable/UGC) sepanjang 10 kilometer, yang merupakan jalur UGC terpanjang dalam rangkaian proyek ECRL yang ditangani perusahaan.

Rangkaian pengerjaan ditutup oleh pengoperasian Feeder Station 10 di Gombak pada 29 Juni 2026. Proyek penutup ini mencakup pembangunan Gas Insulated Switchgear (GIS) 132 kV, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 132 kV sirkit ganda, serta UGC 132 kV.

Keberhasilan penuntasan empat ECRL Feeder Station di Malaysia ini mempertegas kapabilitas BUMN Indonesia di kancah internasional. PLN NPC menunjukkan keandalan layanan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) terintegrasi serta membuktikan daya saing perusahaan dalam membangun infrastruktur energi berstandar global di luar negeri.(*)