EmitenNews.com - Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil langkah tegas menyusul gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon. Selain menyampaikan duka mendalam, Indonesia juga mendorong respons konkret melalui forum Dewan Keamanan PBB.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat untuk membahas insiden tersebut. Permintaan itu telah mendapat persetujuan Prancis selaku penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan.

Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan sikap mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian serta menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh. Pemerintah menilai serangan terhadap personel misi perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Sugiono juga mengungkapkan, selain tiga prajurit yang gugur, terdapat tiga personel TNI lainnya yang mengalami luka-luka. Penyebab insiden tersebut hingga kini masih dalam proses investigasi oleh UNIFIL.

“They are peacekeeping, not peacemaking. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peacemaking. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga, dan ini juga merupakan mandat dari PBB peacekeeping ini,” kata Menlu, seperti dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Minggu, (5/4/2026).

Oleh karena itu, Indonesia mendorong PBB untuk menjamin keselamatan personel serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan pasukan perdamaian di wilayah penugasan.

Menurutnya, langkah diplomatik ini menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya berduka, tetapi juga aktif mendorong akuntabilitas dan peningkatan standar keamanan bagi seluruh pasukan penjaga perdamaian dunia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon. Prosesi berlangsung di Terminal VIP Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026).

Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. Presiden memberikan penghormatan secara langsung dan mendoakan para prajurit yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia.

Presiden juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta menegaskan penghormatan negara atas pengabdian para prajurit. Suasana prosesi berlangsung khidmat sebelum jenazah diberangkatkan ke daerah asal untuk dimakamkan.

Ketiga jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.20 WIB, setelah sebelumnya dilakukan upacara pelepasan di Bandara Internasional Rafic Hariri yang dipimpin Komandan Pasukan UNIFIL pada Kamis (2/4/2026).

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subiyanto. Peristiwa ini kembali menegaskan pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.