PRDL Ubah Alokasi Penggunaan Dana IPO, Alasannya Untuk Ini
:
0
Direktur Utama PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), Cristina Sandjaja. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) berencana mengubah penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO).
Rencana itu pun telah disetujui direksi PRDL yang akan mengubah sebagian dana bersih IPO berupa pengalihan alokasi dari modal kerja (working capital) menjadi belanja modal (capital expenditure).
“Berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan Nomor 007/SK/PROLINE/IX/2026 tanggal 15 September 2026 (“Keputusan Direksi”), Direksi Perseroan telah menyetujui perubahan rencana penggunaan sebagian Dana Bersih IPO,” tulis manajemen PRDL dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (24/9).
Total dana hasil IPO PRDL adalah sebesar Rp57.696.242.360, di mana perubahan alokasi capex sebesar kurang lebih Rp2,5 miliar atau sekitar 3,98 persen dari total dana IPO. Tujuannya yakni untuk pengadaan Air Handling Unit (AHU) pada ruang produksi kering (dry production room) berasal dari alokasi pengadaan mesin produksi Hematologi (Automatic System by Robotic and Manual Pallet Dispensing).
Manajemen beralasan, perubahan alokasi dilakukan karena tingkat utilisasi fasilitas produksi Hematologi saat ini masih relatif rendah, sekitar 0,3%, sehingga kebutuhan terhadap automatic system tersebut belum menjadi prioritas dalam kondisi operasional saat ini.
“Dengan kapasitas yang masih tersedia, kebutuhan produksi Hematologi masih dapat dipenuhi menggunakan fasilitas yang ada tanpa penambahan sistem otomatis tersebut dalam waktu dekat,” tulis manajemen.
Di samping itu, perubahan penggunaan dana IPO pun pertimbangkan kondisi usaha PRDL, di antaranya kebutuhan pengendalian suhu dan kelembaban pada ruang produksi kering, serta penyesuaian kapasitas sistem tata udara terhadap rencana pengembangan produk baru.
Karena perubahan rencana itu, manajemen mengakui terdapat implikasi terhadap laporan keuangan perseroan. Pertama, posisi Aset Lancar sesudah Rencana Perubahan Penggunaan Dana IPO menjadi lebih kecil sebesar kurang lebih Rp2.500.000.000,- dibandingkan sebelum Rencana Perubahan Penggunaan Dana IPO.
Lalu, posisi Aset Tidak Lancar sesudah Rencana Perubahan Penggunaan Dana IPO menjadi lebih besar sebesar kurang lebih Rp2.500.000.000,- dibandingkan sebelum Rencana Perubahan Penggunaan Dana IPO.
“Posisi Total Aset, Total Liabilitas dan Total Ekuitas tidak mengalami perubahan antara sebelum dan sesudah Rencana Perubahan Penggunaan Dana IPO,” jelas manajemen.
Related News
Adika Blusukan, Saham BRMS Bangkit dari Zona Merah
Pengendali Tambah Porsi, Saham Afiliasi H Isam Melejit Ratusan Persen
Dua Anak Usaha MGLV Dapat Pinjaman Dana Buat Data Center
Pefindo Nilai Kasus HGB Bogor Berdampak Terbatas Pada SMRA
TSPC Beber Fakta Usai KPK Periksa Preskom Tempo Pacific
Satu Owner dengan Jhonlin Baratama, JARR Bicara Dampak Akuisisi BYAN





