Premi Tumbuh 49,7%, Oona Indonesia Masuk Top 7 Perusahaan Asuransi
:
0
Potret manajemen PT Asuransi Binda Dana Arta Tbk (ABDA) atau Oona Insurance Indonesia (Oona) pasca jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: EmitenNews/Wafi
EmitenNews.com - PT Asuransi Binda Dana Arta Tbk (ABDA) atau Oona Insurance Indonesia (Oona) mencetak pertumbuhan penerimaan premi hingga 49,7% year on year (yoy) sebesar Rp1,1 triliun dari Rp739,1 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan capaian itu, Oona kini menempati posisi ke-7 sebagai perusahaan asuransi kendaraan bermotor teratas di Indonesia, berdasarkan data industri yang diterbitkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk kuartal kedua 2026.
President Director & CEO Oona, Vincent C. Soegianto mengungkapkan bahwa pangsa pasar Oona di segmen kendaraan bermotor tercatat meningkat 3,2% menjadi 3,8% dengan kenaikan GWP sebesar Rp 72,3 miliar, meskipun pertumbuhan industri di segmen ini secara keseluruhan melambat menjadi 5%.
“Asuransi kendaraan bermotor merupakan lini bisnis ritel yang paling menantang di Indonesia. Posisi ke-7 ini semakin membuktikan skala operasional kami, yang didasari oleh prioritas dalam menjaga kepercayaan tersebut dengan memastikan proses penyelesaian klaim yang cepat dan proses underwriting yang disiplin,” terang Vincent dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Dalam laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, Oona membukukan pendapatan sebesar Rp983,6 miliar pada kuartal III 2026, naik 38,01% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp712,7 miliar.
Sementara di sisi bottom-line, laba tahun berjalan (laba bersih) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat naik 20,66%. Per kuartal III 2026, Oona membukukan laba bersih sebesar Rp134,3 miliar dari Rp111,3 miliar.
Direktur Oona, Liani Chandra mengungkapkan bahwa realisasi kinerja perseroan hingga kuartal III 2026 telah mencapai 24,1% dari target akumulatif yang ditetapkan perseroan di tahun 2026.
Liani juga mengaku optimis dapat mencapai target akhir tahun dengan tetap menjaga keseimbangan profitabilitas perseroan.
“Jadi, sampai akhir tahun, ya, kami sih cukup confident. Kami bisa mencapai target akhir tahun kami. Karena kami juga harus lihat bahwa target di atas juga harus diimbangi dengan profitabilitas.
Fokus Perkuat Ekosistem
Related News
GDK Siap Serap Saham Buyback DGIK hingga Akhir Desember 2026
Fundamental Membaik, Mengapa Saham GOTO Masih Tertekan?
Holding Jasa Keuangan Grup Salim Serap 13,8 Juta Saham Baru BINA
Arus Kas Operasi HAJJ Berbalik Positif Rp77,96M Pada Kuartal III 2026
Trisula (TRIS) Cetak Kinerja Apik di Q3 2026, Siapkan Buyback Rp10M
MARK Tebar Dividen Interim Kedua Rp20 per Saham, Yield 2 Persen





