Proyeksi IHSG bulan Juli, Ada Peluang ke Zona Hijau?
:
0
Ilustrasi, potret IHSG yang berada di zona hijau. Foto: EmitenNews/Aji
EmitenNews.com - Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyebut sepekan ke depan, pergerakan IHSG cenderung konstruktif dibandingkan pekan sebelumnya.
Selain itu, berdasarkan catatan performa beberapa tahun sebelumnya, bulan Juli kerap menjadi salah satu bulan yang cukup positif bagi IHSG. Hal ini karena didukung rilis laporan keuangan semester pertama, potensi window dressing pertengahan tahun, hingga optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi semester II.
“Namun, saya tetap melihat penguatan tersebut kemungkinan akan berlangsung secara bertahap, bukan langsung membentuk reli yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, selama tidak muncul sentimen negatif baru dari eksternal, maka peluang IHSG bergerak menguat masih terbuka dengan target terbatas di 6.000.
“Yang perlu diperhatikan adalah apakah foreign inflow mulai kembali masuk secara konsisten. Jika iya, penguatan IHSG berpotensi menjadi lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Equity Research Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie mengatakan, secara teknikal apabila IHSG gagal mempertahankan level support, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju 5.132-5.600. Namun, jika indeks berhasil mengalami rebound dan menembus area resistance 6.107-6.354, maka peluang penguatan lanjutan akan terbuka menuju level 6.475-6.833.
Meski bulan Juli memiliki data historis positif sejak tahun 2017, Adrian mengatakan pasar saat ini tengah menghadapi kondisi anomali. Sehingga, melakukan penilaian atau proyeksi berdasarkan pola historis semata menjadi kurang relevan dan tidak dapat sepenuhnya diaplikasikan.
“Karena itu, menghadapi volatilitas pasar saat ini, kami menyarankan investor untuk cenderung bersikap wait and see,” tutur Adrian.
Kendati demikian, Adrian menyarankan strategi cicil beli atau buy on weakness pada saham-saham berfundamental solid di area support dapat dipertimbangkan, terutama bagi investor jangka menengah hingga panjang.
“Sementara itu, bagi trader jangka pendek, disarankan untuk menunggu konfirmasi breakout di atas level 6.107-6.354 sebelum melakukan akumulasi posisi secara agresif,” tambahnya.
Related News
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I
Prabowo Sebut Keuntungan BUMN Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
Menyambut HUT ke-81 RI, IHSG Jumat Dibuka Terkoreksi 0,18 Persen
IHSG Tertekan 1,13 Persen, MNC Sekuritas Ungkap Dua Skenario
Di Tengah Sentimen MSCI, Kiwoom Masih Bidik IHSG ke 7.000





