Proyeksi Pengamat Semester II 2026 IHSG 7.000-8.000, Cek Kondisinya
:
0
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Pasar saham Indonesia masih berpotensi bergerak positif, dengan volatilitas tetap tinggi pada semester II 2026. Dalam proyeksi pengamat pasar modal Elandry Pratama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran level 7.000 sampai 8.000 pada semester II 2026.
Kepada ANTARA di Jakarta, Senin (6/7/2026), sang pengamat menyatakan, kondisi itu memungkinkan dengan asumsi kondisi global tidak mengalami guncangan signifikan dan capital flow (arus dana asing) tetap terjaga.
"Prospek penurunan suku bunga global, stabilitas inflasi domestik, serta ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi faktor yang menopang market sentiment," ujar Elandry Pratama.
Meski begitu, pergerakan IHSG kemungkinan tidak akan berlangsung secara linier, karena investor masih akan mencermati perkembangan kebijakan perdagangan global, dan arah kebijakan bank sentral utama. Termasuk dinamika geopolitik yang dapat mempengaruhi risk appetite (selera risiko) dan capital flow (arus modal).
Kemudian, dari sisi global, perhatian investor akan tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Fed, perkembangan inflasi Amerika Serikat (AS), negosiasi kebijakan tarif perdagangan, dan kondisi ekonomi China. Juga tensi geopolitik yang dapat mempengaruhi arus modal ke negara berkembang.
Sedangkan dari dalam negeri, sentimen utama berasal dari keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, realisasi belanja pemerintah, stabilitas nilai tukar (kurs) rupiah, data inflasi, dan kinerja laba emiten
Termasuk konsistensi kebijakan pemerintah yang diharapkan semakin mendukung iklim investasi, menjaga kepastian regulasi, dan mendorong aktivitas dunia usaha, sehingga dapat meningkatkan liquidity dan kepercayaan investor.
Indeks Harga Saham Gabungan, Senin Dibuka Menguat
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka menguat 17,50 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.893,28.
Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,30 poin atau 0,22 persen ke posisi 583,08.
Related News
RI Masih jadi Target Investasi, Pengusaha Dorong Percepatan Izin KEK
Kolaborasi ESR - MCUDI, Bangun Dua Fasilitas Logistik di Jabodetabek
Minim Intervensi, Yen Melemah ke 162 per Dolar AS
Incar Status Pasar Maju MSCI, Won Korea Kini Diperdagangkan 24 Jam
Harga Emas Dunia Bertahan Dekati USD4.200 per Ons, Antam Segini
Pemanfaatan Stimulus Tarif Penyeberangan Libur Sekolah Tembus 90%





