Punya Pengendali dan Manajemen Baru, Ini Target Produksi dan Strategi Golden Eagle (SMMT)
:
0
(Kiri ke kanan) Jajaran Manajemen Baru PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) Deni Kusmayadi - direktur , Yanto Melati - komisaris, Ng See Yong - komisaris utama , Budi Susanto - direktur utama , Richard Ong - komisaris independen dan Yuliana - direktur. Foto/Istimewa
EmitenNews.com -Hingga September 2023, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) catatkan peningkatan penjualan 8% menjadi Rp 771,50 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya di Rp 713,74 miliar. Hal itu ditopang bisnis batu bara perseroan yang masih membara.
Direktur Utama Golden Eagle Energy (SMMT) Budi Susanto mengatakan, pertumbuhan penjualan ini dapat diraih berkat upaya perseroan dalam meningkatnya jumlah armada pengangkutan batu bara dan juga peningkatan kapasitas infrastruktur batu bara. Adapun untuk mempertahankan kinerja positif ini perseroan akan terus memperluas pangsa pasar dengan mencari kontrak jangka panjang penjualan batu bara.
"Hal ini akan didukung dengan sumber daya manusia yang berpengalaman di industri batu bara dengan pencapaian produksi hingga 10 juta ton pertahun," jelasnya saat konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSB), Rabu (15/11/23).
Strategi SMMT peningkatan produksi melalui penambahan armada pengangkutan merupakan salah satu strategi yang sedang dievaluasi dimana armada yang inline dengan rencana produksi SMMT. “Kami melihat SMMT ini sebagai Investasi yang baik dengan cadangan deposit yang baik dan kualitas batubara yang dimiliki SMMT dibutuhkan dalam dan luar negeri,” kata Budi Susanto.
Harga batubara memang di 2023 ada penurunan dari tahun sebelumnya. Diprediksi pada 2024 masih akan melandai dan mulai menguat pada lahir 2024.
Related News
Yen Menguat Tajam Dekati 160 per USD, BOJ Diduga Intervensi
Emas Tembus USD 4.100 Imbas Dolar Anjlok dan Konflik AS-Iran
Tunggu Insentif dan Kondisi Makro Membaik, Industri Pilih Tahan Stok
Harga Minyak Dunia Naik 20%, Beban Subsidi RI Membengkak
Fed Bawa Yield Obligasi AS Tembus 5,2 Persen, Rupiah Terancam
Efek MBG dan 3 Juta Rumah, IKI Juli Naik Jadi 53,10





