Rabbani Khatulistiwa 2026, Upaya Kalbar Tumbuhkan Ekonomi Syariah
:
0
Rangkaian Rabbani Khatulistiwa 2026 berlangsung pada 9-20 Juni 2026 dengan berbagai kegiatan seperti Syariah Fair, Syariah Forum, coaching clinic, dan Syariah Championship yang melibatkan pelaku usaha, pesantren, lembaga keuangan syariah, serta masyarakat umum.
EmitenNews.com - Rabbani Khatulistiwa 2026 dengan fokus pada pengembangan rantai nilai halal dan pemberdayaan UMKM serta pesantren, menjadi ajang menumbuhkan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Barat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Indonesia menguatkan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Itu dilakoni melalui penyelenggaraan Rangkaian Aksi Kolaborasi Membangun Ekonomi Syariah (RABBANI) Khatulistiwa 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengemukakan hal tersebut, saat membuka Ceremony RABBANI KHATULISTIWA 2026 di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Jumat (19/6/2026).
Pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kalbar mencapai 6,14 persen secara tahunan. Hal itu menunjukkan bahwa momentum pemulihan sekaligus ekspansi ekonomi daerah terus berlangsung dengan baik.
Harisson mengatakan ekonomi Kalbar menunjukkan kinerja yang positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Perekonomian Kalimantan Barat pada 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,90 persen. “Itu tercatat sebagai salah satu pertumbuhan tertinggi di wilayah Kalimantan.”
Capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berkembangnya aktivitas ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat.
Kalimantan Barat memiliki sekitar 338 ribu UMKM dan lebih dari 5.100 pelaku usaha halal yang dinilai menjadi modal besar dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus memperluas basis ekonomi syariah.
Momentum Strategis Memperkuat Ekosistem Halal Secara Terintegrasi
RABBANI Khatulistiwa 2026 yang mengangkat tema "Penguatan Rantai Nilai Halal dan Halal Lifestyle untuk Kemandirian Pesantren dan Umat Kalimantan Barat" menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem halal secara terintegrasi.
Pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga mencakup akses pembiayaan, pemasaran, sertifikasi halal, hingga penguatan gaya hidup halal yang semakin berkembang di masyarakat.
Related News
Transaksi Pariwisata di Indonesia Wajib dalam Rupiah, Simak Aturan BI
Steve Hanke Kritik Kenaikan BI-Rate Langkah Putus Asa, MBG Bikin Kabur
Ikut Tren Global, Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram
Aksi Ambil Untung Bawa Saham SpaceX Anjlok Dua Hari Beruntun
Ketua Fed Baru Hawkish, Dolar Catat Rekor, Harga Emas Anjlok 2 Persen
Mau Investasi Kripto? Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah untuk Pemula





