Rasio Dividen Antam (ANTM) Turun ke 70 Persen, Saham Mendadak Jeblok!
:
0
Potret Paparan Publik usai RUPST Antam pada Rabu (10/6). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mendadak jeblok 4,51% ke Rp2.750 pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026) usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang memutuskan dividend payout ratio tahun buku 2025 turun menjadi 70% dari sebelumnya 100%.
Berdasarkan data perdagangan, saham ANTM terkoreksi 130 poin dibanjiri lebih 400.000 lot jual pada 15.40 WIB dan membuat harganya jatuh ke Rp2.750. Sepanjang hari, ANTM sempat menyentuh level tertinggi Rp2.960 sebelum anjlok di akhir sesi.
RUPS ANTM menyetujui pembagian dividen tunai jumbo Rp5,04 triliun atau sekitar Rp210 per saham dari laba bersih 2025. Nilai itu setara 70% dari laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp7,2 triliun.
Direktur Utama ANTM, Untung Budiharto dalam Paparan Publik usai RUPST pada Rabu (10/6/2026) menyatakan, “Sejumlah Rp5.046.183.522.024,- (lima triliun empat puluh enam miliar seratus delapan puluh tiga juta lima ratus dua puluh dua ribu dua puluh empat Rupiah) atau sebesar 70% (tujuh puluh persen) ditetapkan sebagai Dividen Tunai.”
Sisanya Rp2.162.650.080.867 atau Rp2,1 triliun yakni, sebesar 30% (tiga puluh persen) digunakan sebagai Saldo Laba Ditahan.
Alokasi 30 persen laba tersebut diungkapkan Untung untuk, “Mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, serta pelaksanaan berbagai proyek strategis perseroan ke depan.”
Turunnya rasio dividen jadi sentimen jangka pendek pasar. Pada tahun buku 2024, ANTM membagikan 100% laba bersih sebagai dividen. Dengan DPR 70%, investor akan menerima lebih kecil dibanding tahun lalu meski laba naik sebesar Rp7,92 triliun, tumbuh moncer sebesar 106 persen dibandingkan capaian tahun 2024.
Pada kuartal I-2026, Antam mengemas laba bersih sebesar Rp3,66 triliun, naik 58% YoY, didukung oleh peningkatan EBITDA sebesar 55% menjadi Rp5,05 triliun.
Dari sisi neraca, total aset Antam meningkat 31% menjadi Rp 3,30 triliun, ekuitas naik 17% menjadi Rp40,41 triliun, dan kas serta setara kas naik 31% menjadi Rp9,04 triliun, dengan penjualan bersih kuartal I 2026 mencapai Rp29,32 triliun yang didominasi oleh segmen emas (81%).
Dengan harga penutupan Rp2.750, indikasi dividend yield ANTM terpantau mendekati jumbo sebesar 7,63%. Cum date dan tanggal pembayaran dividen masih menunggu diumumkan manajemen dalam kesempatan berikutnya. ***
Related News
Dapat Mandat soal Hilirisasi Nikel, ANTM Segarkan Kepengurusan
IHSG Naik Lagi ke Level 5.902, DSSA dan BRPT Dongkrak Penguatan
Menanti Titah Merger oleh Danantara, WTON Tahan Proyeksi Laba 2026
Bagi Dividen, MKTR Optimistis Raup Pendapatan Rp1,39 Triliun
Kucurkan Rp4,19 Miliar, Pengendali HRTA Borong 2 Juta Saham Usai RUPST
DSNG Pastikan Tebar Dividen, Nilainya Rp47 per Saham





