Right Issue untuk Lunasi Utang, Begini Penjelasan Panorama Sentrawisata (PANR)
EmitenNews.com - Panorama Sentrawisata (PANR) akan melunasi utang Rp126 miliar kepada Bank Negara Indonesia (BBNI). Sumber dana pembayaran diambil sekitar 30 persen dari hasil right issue. Pelunasan dilakukan supaya biaya bunga tidak makin membiak.
Pembayaran utang dilatari dan diikuti alasan untuk menurunkan biaya bunga sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perseroan. Tepatnya, debt equity ratio akan mengalami penurunan. Selanjutnya, net income akan menanjak menyusul biaya bunga turun.
Selanjutnya, sejumlah Rp210 miliar alias 50 persen dari hasil right issue untuk pengembangan market dan e-distribusi channel untuk perseroan, dan anak usaha. Tepatnya, pengembangan pasar berkelanjutan bidang wisata/leisure/bisnis/MICE untuk pasar domestik, dan pasar manca-negara. Perluasan e-distribusi channel dan omni-channel (offline dan/atau online).
”Pengembangan market, dan e-distribusi channel tersebut akan dimulai pada pertengahan tahun 2024, dan diharapkan akan terlihat kontribusinya pada pendapatan, dan laba perseroan pada pengujung tahun 2025,” tegas manajemen Panorama Sentrawati.
Kemudian, sisa 20 persen atau Rp84 miliar dari hasil right issue untuk modal kerja. Modal kerja tambahan diperlukan untuk mendukung pengembangan pasar, untuk pertumbuhan bisnis pada 2024, dan tahun-tahun selanjutnya. Penggunaan dana untuk modal kerja untuk kegiatan usaha perseroan dan/atau entitas anak antara lain sebagai berikut.
Misalnya, pembelian persediaan, kegiatan pemasaran, dan kegiatan operasional lainnya. Modal kerja akan menggunakan dana sisa right issue apabila seluruh rencana penggunaan dana untuk pengembangan usaha, dan pembayaran utang telah terpenuhi. Mengingat nature dari modal kerja bergantung pada kebutuhan operasional sehari-hari dapat berubah sewaktu-waktu, alokasi modal kerja secara rinci tidak memungkinkan untuk diestimasi. (*)
Related News
650,8 Juta Saham IBST Dimiliki 424 Investor, Free Float Hampir Nol
Free Float Tetap, Jumlah Investor BRMS Susut 22.887 Pada Desember 2025
Pengendali BYAN, Low Tuck Kwong Rogoh Rp3,6 M Cicil Saham Harga Bawah!
Aksi MESOP II Digelar, 5 Petinggi SOLA Baru Akumulasi 1,54 Juta Saham
Emiten Prajogo (CUAN) Ungkap Hasil Eksplorasi Emas PT Intam di NTB
Telisik! Entitas PPRE Agunkan Aset Rp1,46T Untuk Kredit Jumbo Dari BRI





