EmitenNews.com - Kimia Farma (KAEF) sepanjang 2025 masih tekor Rp334,96 miliar. Menipis 60,23 persen dari episode sama tahun sebelumnya minus Rp842,27 miliar. Alhasil, rugi per saham dasar ciut menjadi Rp60,17 dari sebelumnya Rp151,31. 

Penjualan bersih Rp9,22 triliun, susut 7,24 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp9,94 triliun. Beba pokok penjualan Rp6,16 triliun, mengalami penyusutan dari edisi sama akhir 2024 sebesar Rp6,99 triliun. Laba kotor terkumpul Rp3,06 triliun, melonjak 3,73 persen dari Rp2,95 triliun. 

Beban usaha Rp3,31 triliun, turun dari Rp3,79 triliun. Pendapatan lain-lain Rp170,73 miliar, melonjak signifikan dari Rp35,77 miliar. Rugi selisih kurs mata uang asing Rp2,32 miliar, bengkak dari Rp1,96 miliar. Rugi usaha Rp79,76 miliar, berkurang signifikan dari periode sebelumnya Rp810,72 miliar. 

Beban keuangan Rp590,13 miliar, berkurang dari Rp641,96 miliar. Penghasilan keuangan Rp231,8 miliar, naik tipis dari Rp222,98 miliar. Rugi sebelum pajak. Rp438,08 miliar, berkurang signifikan dari Rp1,23 triliun. Rugi tahun berjalan Rp4443,36 miliar, terpangkas dari tahun sebelumnya Rp1,2 triliun. 

Jumlah ekuitas Rp2,73 triliun, mengalami perosotan dari Rp3,43 triliun. Defisit Rp5,47 triliun, bengkak dari Rp5,14 triliun. Total liabilitas Rp11,45 triliun, mengalami penyusutan dari akhir tahun sebelumnya Rp11,49 triliun. Jumlah aset Rp14,18 triliun, mengalami penciutan dari akhir 2024 senilai Rp14,93 triliun. (*)