EmitenNews.com - Maha Properti (MPRO) per 30 September 2024 boncos Rp27,46 miliar. Susut 3,47 persen dari episod sama tahun lalu minus Rp28,45 miliar. Pendapatan Rp5,7 miliar, naik tipis dari periode sama tahun lalu sejumlah Rp4,02 miliar. 

Beban pokok penjualan, dan beban langsung Rp4,02 miliar, bertambah dari posisi sama tahun lalu sebesar Rp3,27 miliar. Laba kotor terakumulasi Rp1,68 miliar, melonjak 124 persen dari fase sama tahun lalu Rp756,76 juta. Beban penjualan Rp320,91 juta, susut dari Rp353,96 juta. 

Beban umum dan administrasi Rp16,27 miliar, bertambah dari periode sama tahun lalu Rp14,21 miliar. Pendapatan lain-lain Rp87,88 juta, mengalami lonjakan dari posisi sama tahun lalu Rp79,14 juta. Beban lain-lain Rp607,7 juta, bengkak 362 persen dari episode sama tahun lalu Rp131,48 juta. 

Beban pajak final Rp108,37 juta, bengkak dari Rp82,37 juta. Rugi usaha Rp15,63 miliar, mengalami pembengkakan dari edisi sama tahun lalu Rp13,94 miliar. Pendapatan keuangan Rp191,43 juta, menyusut dari Rp293,29 juta. Beban keuangan Rp12,15 miliar, turun dari Rp14,8 miliar. 

Total ekuitas emiten asuhan Sri Tahir itu, tercatat Rp1,25 triliun, susut dari akhir 2023 senilai Rp1,28 triliun. Defisit Rp138,55 miliar, bengkak dari akhir tahun lalu Rp111,08 miliar. Jumlah liabilitas Rp439,96 miliar, naik dari akhir tahun sebelumnya Rp423,66 miliar. Total aset Rp1,69 triliun, turun dari akhir tahun lalu Rp1,71 triliun. (*)