EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Di pasar spot, rupiah ditutup melorot ke posisi Rp18.026 per dolar AS, turun 78 poin atau 0,43 persen dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (15/10/2026) di level Rp17.948 per dolar AS.

Berdasarkan konversi real time Google pada pukul 16:00 WIB, rupiah bergerak di kisaran Rp18.026,45 per dolar AS. Sepanjang hari perdagangan, rupiah bergerak fluktuatif dengan rentang level terendah Rp18.076,3 per dolar AS dan level tertinggi Rp17.997,8 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan data resmi Bank Indonesia (BI.go.id), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Jumat (16/10/2026) berada di level Rp18.052,00 per dolar AS.

Pelemahan mata uang Garuda terpengaruh oleh kombinasi tekanan sentimen domestik dan eksternal. Dari dalam negeri, dinamika ketidakpastian pasar saham turut menahan arus modal asing. Sementara dari faktor global, lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz serta ekspektasi kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) terus memperkuat indeks dolar AS secara menyeluruh(*)