EmitenNews.com - Era Media (DOOH) sepanjang paruh pertama 2026 mentabulasi laba bersih Rp67,71 miliar. Melambung 978,18 persen dari posisi sama tahun sebelumnya dengan koleksi laba Rp6,28 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar dan dilusian menjadi Rp8,75 dari sebelumnya Rp0,81.

Pendapatan bersih Rp84,26 miliar, surplus 14,67 persen dari periode sama tahun lalu Rp73,48 miliar. Beban pokok pendapatan Rp73,47 miliar, bengkak dari edisi sama tahun sebelumnya Rp46,64 miliar. Laba kotor terkumpul Rp10,79 miliar, anjlok dari posisi sama tahun lalu Rp26,84 miliar.

Beban umum dan administrasi Rp23,44 miliar, bengkak dari Rp18,52 miliar. Rugi dari operasi Rp12,64 miliar, drop dari untung Rp8,32 miliar. Beban keuangan Rp1,41 miliar, bengkak dari Rp242,12 juta. Pendapatan lain-lain Rp93,64 miliar, meroket 2,34 juta persen dari posisi sama tahun lalu hanya Rp4 juta.

Laba bersih periode berjalan Rp63,27 miliar, melejit dari edisi sama tahun lalu Rp6,63 miliar. Total ekuitas Rp309,53 miliar, melesat dari akhir tahun sebelumnya Rp248,44 miliar. Jumlah liabilitas Rp96,96 miliar, susut dari akhir 2025 senilai Rp97,52 miliar. Total aset Rp406,5 miliar, melambung dari akhir tahun lalu Rp345,97 miliar.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengerangkeng saham DOOH beberapa waktu lalu. Dengan demikian, efek DOOH belum bisa diperdagangkan. Tak pelak tidak sedikit pelaku pasar ritel mengeluh. Pasalnya, dana terbatas yang disemai di saham DOOOH tidak bisa dipindahkan atau diinvestasikan ke saham lain. (*)