Usai Dibuang MSCI, Laba SIG (SMGR) Justru Meroket 471 Persen
:
0
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menjadi satu-satunya emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didepak dari indeks MSCI, Kamis (13/8/2026). Foto: Semen Indonesia
EmitenNews.com - Semen Indonesia alias SIG (SMGR) medio 2026 membukukan laba bersih Rp228,25 miliar. Meroket 471 persen dari episode sama tahun lalu Rp39,97 miliar. Oleh karena itu, laba per saham dasar ikut menanjak menjadi Rp34 dari sebelumnya Rp6.
Loncatan laba itu didukung pendapatan Rp17,65 triliun, surplus 13,14 persen dari posisi sama tahun lalu Rp15,6 triliun. Beban pokok pendapatan Rp13,85 triliun, bengkak dari periode sama tahun lalu Rp12,47 triliun. Laba kotor terakumulasi Rp3,79 triliun, bertambah dari fase sama tahun lalu Rp3,13 triliun.
Beban penjualan Rp1,47 triliun, bengkak dari Rp1,08 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,65 triliun, bertambah dari Rp1,44 triliun. Penghasilan keuangan Rp109,86 miliar, mengalami lonjakan dari Rp81,17 miliar. Beban keuangan Rp335,32 miliar, mengalami penyusutan dari Rp425,64 miliar.
Bagian atas hasil bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp8,87 miliar, ciut dari Rp9,68 miliar. Beban operasi lainnya Rp44,25 miliar, susut dari Rp96,01 miliar. Beban pajak penghasilan Rp185,38 miliar, bengkak dari sebelumnya Rp117,35 miliar. Laba periode berjalan Rp207,01 miliar, melompat dari Rp37,92 miliar.
Jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp47,87 triliun, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya Rp47,71 triliun. Total liabilitas Rp25,24 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2025 sebesar Rp27,14 triliun. Jumlah aset Rp74,62 triliun, berkurang dari akhir tahun lalu Rp76,56 triliun.
Di sisi lain, Semen Indonesia menjadi satu-satunya emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didepak dari indeks MSCI dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026. Pada pengumuman MSCI, Kamis (13/8/2026) dini hari, SMGR dikeluarkan dari Indeks MSCI Global Small Cap bersama delapan emiten lainnya.
Seluruh perubahan akan diterapkan pada saat penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Tepatnya, berlaku efektif pada 1 September 2026. (*)
Related News
Olah 7,7 Juta Ton Batubara, Anak Usaha BUMI Bikin Metanol
Timang-Timang CPIN, Kemarin Top Sell, Nasib Ke Depan Bagaimana?
Perbaiki Keuangan, APEX Pentaskan Aksi ini
Saham Impresif, Emiten Pertambangan Emas ini Tumbuh 803,45 Persen
Saham Beku, Laba DOOH Melambung 978,18 Persen
Laba PTBA Terbang 217,61 Persen, Saham Berayun Kencang





