EmitenNews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi dan cenderung stabil di sekitar level 6.412 pada perdagangan Kamis pagi. Ketahanan pasar saham domestik ini terjadi di tengah aksi penyampaian pendapat di Jakarta serta dorongan positif dari bursa global.

Pelemahan dua sesi sebelumnya mulai tertahan oleh penguatan sektor kesehatan, barang konsumen siklikal, dan industri. Meski demikian, laju IHSG masih tertahan oleh penurunan di sektor material dasar, keuangan, dan teknologi.

Pelaku pasar modal di tanah air terus memantau jalannya aksi demonstrasi di Jakarta terkait desakan pengesahan RUU Perampasan Aset untuk penguatan pemberantasan korupsi. Selain isu domestik, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi Indonesia pekan depan, meliputi angka inflasi Agustus dan kinerja perdagangan Juli.

Tekanan pasar domestik terimbangi oleh sentimen positif pasar saham Amerika Serikat (AS). Seperti dilaporkan Trading Economics, kontrak berjangka AS menguat dipicu oleh laporan keuangan Nvidia yang membukukan pendapatan kuartal kedua naik lebih dari dua kali lipat, melampaui estimasi dengan margin terlebar dalam dua tahun terakhir.

Di pasar reguler, saham-saham sektor energi dan pertambangan menjadi penopang utama IHSG dengan mencatatkan kenaikan signifikan. Saham Alamtri Resources memimpin penguatan sebesar 3,4%, disusul Indika Energy yang naik 3,0%, Darma Henwa menguat 1,9%, serta Bukit Asam yang melesat 1,7%.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) justru mengalami koreksi. Saham Telkom Indonesia melemah 1,2%, Bank Negara Indonesia (BNI) terkoreksi 1,1%, Surya Citra Media turun 1,0%, dan Kalbe Farma tergerus 0,6%.(*)