EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan kapitalisasi pasar saham di bursa tidak terpengaruh dengan dikeluarkannya saham HSC dari IHSG.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi menjelaskan, bobot saham-saham HSC (high shareholding concentration) dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekitar 18 persen, sedangkan dengan market cap sekitar 30 persen dari total kapitalisasi pasar atau market cap.

Iding memastikan, keluarnya saham-saham HSC dari IHSG tidak akan menurunkan market cap secara keseluruhan.

“Karena saham-saham HSC tersebut hanya dikeluarkan dari perhitungan IHSG,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/10).

Ia juga menambahkan, total market cap tetap menghitung seluruh saham yang tercatat di bursa.

“Adapun market cap dihitung dari semua saham, termasuk saham HSC,” tuturnya.

Kemarin, BEI juga telah merilis hasil evaluasi indeks, seperti LQ45, IDX30, IDX80 hingga saham-saham dalam IHSG.

Tercatat, sebanyak 81 saham HSC dikeluarkan dari IHSG mulai efektif di periode 2 November 2026 hingga 29 Januari 2027.