Saham Loncat 78 persen Dalam Seminggu, Begini Kata BEI
Potret showroom milik Panca Anugrah di Pintai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV) yang mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
“Perlu kami sampaikan bahwa pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal,” jelas Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangannya Selasa (20/5).
Informasi terakhir mengenai MGLV adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dipublikasikan pada 14 Mei 2025 melalui laman resmi Bursa. Namun demikian, belum terdapat keterbukaan informasi lain yang dapat menjelaskan lonjakan harga saham secara signifikan.
Emiten yang bergerak pada sektor perdagangan besar peralatan, dan perlengkapan rumah tangga tersebut, pada perdagangan Senin (20/5), saham MGLV terpantau mengalami kenaikan sebesar Rp71 atau setara 78% sejak satu bulan terakhirnya dari harga Rp91.
Seminggu terakhir ini juga MGLV mencatatkan kenaikan Rp37 atau setara 29.60% sejak Rabu kemarin (14/5) di rentang harga Rp121.
BEI mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi bursa serta terus mencermati kinerja dan rencana aksi korporasi yang diungkapkan secara terbuka.
“Kami menyarankan agar investor mempertimbangkan secara matang berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi,” ungkap Yulianto dalam memberi tanggapan pentingnya proteksi dini perdagangan efek di pasar modal Indonesia.
Related News
Empat Investor Keruk 20 Persen Saham TRUK, Harganya Langsung Terbang
Bank Permata (BNLI) Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru
Meta Epsi (MTPS) Jual Aset untuk Bayar Utang Rp30,6M ke CCB Indonesia
Pengendali CBRE Akuisisi TRUK, Total Kepemilikan 35 Persen
Pendapatan JATI Tembus Rp634,94 Miliar, Laba Naik Drastis 310 Persen
BIPI Caplok 2 Entitas OASA, Bidik Proyek PLTSa Rp2,6 Triliun





