EmitenNews.com - PT Phapros Tbk. (PEHA) mematok target ambisius dalam public expose yang baru-baru ini dihelat, Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan di atas 20% dengan laba bersih dua digit pada 2026, dengan alokasi belanja modal Rp68,7 miliar.

Adapun, realisasi penjualan semester I/2026 tercatat senilai Rp482,85 miliar, PEHA membutuhkan tambahan pendapatan Rp646,21 miliar untuk mencapai target tersebut. 

Analis Pasar Modal sekaligus Founder MikirDuit, Surya Rianto dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026) menilai target tersebut masih realistis jika perseroan mampu menjaga margin.

"Dengan realisasi penjualan semester I/2026 senilai Rp482,85 miliar, PEHA membutuhkan tambahan pendapatan senilai Rp646,21 miliar untuk bisa mencapai target. Lalu, perseroan perlu menjaga margin keuntungan bersih sekitar 3 persen agar laba bersih bisa tumbuh 23 persen menjadi Rp33,87 miliar," ujar Surya.

Menengok kinerjanya pada semester I/2026, laba bersih PEHA melonjak 541% menjadi Rp15,29 miliar. Lewat prospek kinerja tersebut diungkap Surya valuasi saham PEHA telah masuk radar diskon.

Saat ini Price to Earnings Ratio (PER) trailing twelve months (TTM) PEHA hanya 4,97 kali dan Price to Book Value (PBV) 0,48 kali. Artinya harga saham lebih rendah dari nilai buku per lembarnya. 

"Dari segi Price to book value (PBV) juga terdiskon secara historis. PBV PEHA sebesar 0,48 kali sudah berada di bawah rata-rata PBV band 3 tahunnya yang sebesar 0,56 kali," jelas Surya.

Tren pemulihan kinerja PEHA berlanjut hingga semester I/2026. Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 541 persen menjadi Rp15,29 miliar. Beberapa faktor pendukung lonjakan laba bersih perseroan antara lain:

Pertama, PEHA mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 5,37 persen menjadi Rp482,85 miliar. Pendapatan PEHA didorong oleh segmen obat OTC yang tumbuh 16,3 persen menjadi Rp108,17 miliar. Sementara itu, segmen pendapatan yang berkontribusi paling besar ke PEHA, yakni segmen Obat Generik Berlogo juga mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,46 persen menjadi Rp261,62 miliar.

Kedua, beban pokok penjualan PEHA tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan. Beban pokok penjualan PEHA hanya naik 0,38 persen menjadi Rp239 miliar dibandingkan dengan penjualan yang tumbuh 5,37 persen. Secara keseluruhan, gross profit margin PEHA naik menjadi 50,43 persen dibandingkan dengan 47,96 persen pada periode sama tahun sebelumnya.