EmitenNews.com - Saham-saham yang terafiliasi dalam Jhonlin Group milik H Isam melesat seiring kabar mengenai rencana akuisisi jumbo atas saham Bayan Resources Tbk (BYAN). H Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad itu dikabarkan telah ancang-ancang memborong 62,2 persen saham BYAN milik Dato Low Tuck Kwong.

Pada perdagangan intraday Selasa (18/8), saham-saham di Jhonlin Group kompak menghijau, mulai dari PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

JARR melejit 24,88% atau naik 500 poin menuju level Rp2.510, lalu TEBE menguat 23,27% naik 320 poin ke level Rp1.695, dan PGUN juga meroket sejak pembukaan perdagangan 19,93% naik 1.525 poin ke level Rp9.175.

Tak hanya saham-saham di Grup Jhonlin, sejumlah saham yang terafiliasi dengan H Isam lainnya pun ikut merasakan angin segar tersebut hari ini. Seperti, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) melalui putrinya, dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) karena menggenggam sebanyak 21,11% sahamnya secara langsung.

Pada perdagangan intraday hari ini, kedua saham itu pun melenggang ke zona hijau. FAST menguat 10,88% naik 52 poin ke level Rp530, dan PACK juga naik 8,78% +28 poin ke level Rp324.

Di saat yang sama, emiten yang tengah dibidik H Isam, yakni BYAN, pun ikut mengalami lonjakan harga saham. Sepanjang perdagangan intraday (18/8), BYAN nyaman di zona hijau, menguat 18,06% naik 2.600 poin ke level Rp17.000.

Rencana Caplok Saham BYAN Menguat

Sebelumnya, santer beredar kabar bahwa H Isam tengah bersiap mencaplok saham Bayan Resources (BYAN). Jumlah saham yang dibidik yakni sebanyak 62,2 persen saham BYAN milik Dato Low Tuck Kwong. Jika itu terealisasi, kendali sebagai raja batu bara pun akan berganti ke H Isam.

Sinyal pengambilialihan kendali saham BYAN tampak kala Haji Isam meninjau area operasional tambang BYAN di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (15/8) lalu.

Di kunjungan itu, Haji Isam sebagai pemilik Jhonlin Group, didampingi Low Tuck Kwong, serta Norman Joesoef selaku pemilik Republik Korpora Indonesia (RKI) atau Republikorp.