EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia mencermati keanehan pergerakan saham PT Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA) setelah harganya naik signifikan hingga tembus Rp2,4 juta per lot sahamnya.

PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Danny Yuskar Wibowo dalam keterangan tertulisnya Selasa (9/6/2026) menuturkan, BEI tengah memantau saham SMMA karena adanya peningkatan harga saham secara tak lazim atau Unusual Market Activity (UMA).

“Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” kata Danny.

Kenaikan SMMA memang terbilang tidak wajar. Sepekan terakhir saham ini melesat 30,15%, sebulan naik 46,77%.

Puncaknya, dalam triwulan terakhir, harganya melonjak drastis 71,43% atau setara 10.000 poin, dari Rp14.000 pada 9 Maret 2026 menjadi Rp24.000 pada 9 Juni 2026. Level tersebut membuat 1 lot sahan SMMA kini dihargai Rp2,4 juta.

Informasi terakhir mengenai SMMA adalah penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS pada 8 Juni 2026 yang dipublikasikan melalui website BEI.

Sehubungan dengan terjadinya UMA, Danny menyebut Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham SMMA.

Karena itu investor diminta memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya.

Selain itu, investor juga disarankan mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.

“BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi,” pungkas Danny.