Saham Stagnan! Tata Kelola Bursa Disebut Perlu Direformasi
:
0
Screennperdagangan saham di BEI
EmitenNews.com - CEO Vier Corp, Vier Abdul Jamal, menilai perdagangan saham saat ini stagnan dan pergerakan indeks hanya digerakkan oleh saham tertentu.
“Yang trading itu-itu saja. Kalau kita lihat pergerakan IHSG satu hari, investor mudah menilai apa yang bergerak. Hanya saham-saham itu saja,” ujarnya, dalam wawancara dengan saluran televisi CNNI, beberapa waktu lalu.
Ia menilai BEI harus memberi perhatian serius mengapa saham lain tidak bergerak meski didukung isu ekonomi positif. Lambannya pengesahan undang-undang market maker juga membuat pelaku pasar serba salah.
“Kalau ada yang menggerakkan, malah dituduh insider trading atau perdagangan semu. Ini dilema bagi pelaku pasar,” tambahnya oada kesempatan tersebut.
Vier menegaskan, kesehatan rupiah sangat bergantung pada IHSG. “Indikator Indonesia ada di IHSG. Tata kelola bursa harus dibenahi. Kita sudah anggota World Federation Exchange, tinggal copy saja praktik terbaik mereka. Masalahnya, kenapa kita tidak mau berubah? Ini problem struktural,” katanya.
*Tata Kelola Bursa Perlu Reformasi*
Stagnasi perdagangan saham dinilai sebagai cermin lemahnya tata kelola BEI. Target IPO yang semakin sulit dicapai mempertegas persoalan ini. Agustus lalu, direksi BEI menyebut ada 22 perusahaan yang siap IPO, namun realisasi jauh di bawah capaian tahun-tahun sebelumnya.
“Padahal sejak 2018, BEI kerap melampaui target IPO bahkan saat masih di pertengahan tahun. Kini, setengah target pun sulit dicapai,” ujar Vier. Pemerintah sempat menaikkan target calon emiten dari 51 menjadi 54, namun performa IPO tetap melemah.
*DPR: Pasar Modal Bukan Milik Perusahaan Besar*
Secara terpisah, anggota Komisi XI DPR RI, M. Fathi, menegaskan reformasi tata kelola bursa harus disertai dengan dukungan penuh bagi perusahaan menengah.
Related News
BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747





