EmitenNews.com - Saham-saham AS mengalami aksi jual besar-besaran pada hari Jumat, membalikkan kinerja yang beragam pada sesi sebelumnya. Sektor teknologi dan semikonduktor paling terpukul, dengan ketiga indeks utama ditutup jauh lebih rendah.

Nasdaq Composite anjlok lebih dari 4%, menandai salah satu penurunan satu hari tercuram dalam beberapa waktu terakhir. Pada penutupan, Dow Jones Industrial Average turun 1,35% menjadi 50.866,78; S&P 500 turun 2,64% menjadi 7.383,74; dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi mengalami penurunan terburuk, merosot 4,18% menjadi 25.709,43.

Penurunan tajam ini sangat kontras dengan sesi Kamis, ketika Dow melonjak lebih dari 800 poin ke rekor tertinggi sementara Nasdaq hanya turun 0,09%.

Saham Teknologi Terpuruk

Seperti dilaporkan BigGo Finance, saham-saham teknologi berkapitalisasi besar anjlok di semua lini. Indeks Wind Magnificent Seven lenyap 3,36% dalam satu hari. Tesla memimpin penurunan saham-saham berkapitalisasi besar, merosot 6,56%. Nvidia, perusahaan terkemuka di bidang AI, menyusul dengan penurunan tajam 6,20%. Meta anjlok 5,51%, Amazon turun 3,06%, Microsoft turun 2,66%, Apple merosot 1,25%, dan Alphabet, perusahaan induk Google, turun 0,95%. Yang menarik, pada hari Kamis lalu, Alphabet berhasil membalikkan tren dengan kenaikan lebih dari 3%, sementara Nvidia naik hampir 2%.

Penurunan tajam saham semikonduktor bahkan lebih mengejutkan. Indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) anjlok 10,26% dalam satu sesi, salah satu penurunan satu hari terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Kehancuran di antara komponen-komponennya hampir universal: Marvell Technology runtuh 16,74%, Micron Technology merosot 13,25%, ARM turun 12,84%, raksasa chip Intel turun 11,28%, Qualcomm merosot 10,98%, Advanced Micro Devices (AMD) kehilangan 10,86%, Broadcom turun 7,92%, dan TSMC turun 6,69%.

Sesi perdagangan yang brutal tersebut telah memberikan sinyal peringatan sejak bel pembukaan. Menurut laporan sebelumnya dari NetEase News, saham-saham chip sudah berada di bawah tekanan luas pada pembukaan tanggal 5 Juni, dengan ON Semiconductor turun lebih dari 6% dan ARM, Marvell Technology, serta Intel semuanya turun lebih dari 5%. Namun, penurunan Nvidia pada saat itu hanya sedikit di atas 2% — jauh dari penurunan lebih dari 6% pada penutupan — menunjukkan bahwa tekanan jual terus meningkat sepanjang sesi perdagangan. Broadcom, yang telah anjlok lebih dari 12% pada hari Kamis karena hasil pendapatan atau faktor pasar, memperpanjang penurunannya hampir 8% pada hari Jumat.

Saham Tiongkok Terdampak

Saham-saham Tiongkok yang terdaftar di bursa AS pun tak luput dari dampak tersebut. Indeks Nasdaq Golden Dragon China sudah turun hampir 2% dalam perdagangan pra-pasar pada hari Jumat. Baidu anjlok lebih dari 5%, memimpin penurunan sektor tersebut. Saham-saham konsep kendaraan otonom Pony AI dan WeRide keduanya turun lebih dari 4%. 21Vianet dan Futu Holdings turun 3%. Kingsoft Cloud merosot lebih dari 2%, sementara NetEase turun lebih dari 1%. Pelemahan ini memperpanjang penurunan pada hari Kamis, ketika Indeks Golden Dragon sudah turun 0,6%.

Dari perspektif rotasi sektor, penurunan tajam terjadi di tengah latar belakang makroekonomi yang kompleks. Laporan Associated Press sebelumnya mencatat bahwa penurunan harga minyak dan imbal hasil pasar obligasi telah mengurangi tekanan pada ekuitas AS, mendorong Dow ke rekor tertinggi pada hari Kamis. Namun hanya dalam waktu 24 jam, sentimen pasar berbalik secara drastis. Reli luas pada saham perbankan dan energi pada hari Kamis gagal berlanjut, sementara tekanan jual pada saham teknologi dan semikonduktor dengan cepat menyebar ke pasar yang lebih luas.