IHSG Sesi I (24/7) Sempat Ambruk 2,4%, Menerpa Saham Bakrie–Prajogo
:
0
Suasana Main Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi I Jumat (24/7/2026). IHSG berakhir di level 6.204,632 atau turun 110,679 poin setara 1,75%.
Mengacu data RTI Business, IHSG sempat tertekan hingga ke level terendah 6.161,131. Artinya indeks sempat anjlok sekitar 2,4% pada perdagangan hingga jeda siang ini. Level tertinggi IHSG tercatat di 6.268,534.
IHSG dibuka di posisi 6.266,975. Sepanjang sesi I tercatat 80 saham menguat, 594 saham melemah, dan 115 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 24,608 miliar saham dengan nilai Rp10,516 triliun. Kapitalisasi pasar menurun ke level Rp10.893,766 triliun.
Tekanan jual melanda seluruh kesebelasan sektor. Data Stockbit menunjukkan IDXCYCLIC memimpin pelemahan dengan turun 3,21% ke 910,33. Diikuti IDXBASIC turun 3,12% ke 1.618,48 dan IDXENERGY melemah 2,65% ke 3.005,20.
Sektor lain juga terkoreksi. IDXINFRA turun 2,53%, IDXTRANS melemah 2,59%, IDXINDUST turun 1,80%, IDXFINANCE melemah 1,54%, IDXNONCYC turun 1,40%, IDXPROPERT melemah 1,23%, IDXHEALTH turun 0,92%, dan IDXTECHNO terkoreksi 0,77%. Indeks LQ45 ikut turun 1,66% ke 616,70.
Pelemahan juga terlihat pada sejumlah saham unggulan milik konglomerasi. Emiten grup Bakrie yang diwakili JGLE, DEWA, dan BUMI semuanya ditutup di zona merah. JGLE anjlok 8,45% ke Rp65, DEWA turun 5,08% ke Rp448, dan BUMI melemah 6,01% ke Rp172.
Sementara dari kelompok Prajogo Pangestu, PTRO ikut terkoreksi 4,68% ke Rp4.680. Pelemahan serupa juga terjadi pada TPIA yang turun 5,99%, BRPT melemah 4,47%, dan CUAN anjlok 7,28%.
Related News
Bittime Sebut Tokenized US Stocks Semakin Diminati Investor RI
KISI Sekuritas Tuntaskan KISI Challenge: Step Higher dan Pacu Literasi
Proyek Gas USD 11,8 Miliar Dimulai, Siap Serap 8 Ribu Pekerja
IHSG (24/7) Dibuka Rontok 1 Persen Lebih ke Level 6.246
EPF Malaysia Koleksi 17 saham Blue Chip RI, TLKM dan BBRI Terbanyak
Saham Nestlé Anjlok 7 Persen Usai Laba Jatuh, Bisnis Air Dijual





