Proyek Gas USD 11,8 Miliar Dimulai, Siap Serap 8 Ribu Pekerja
:
0
Pembangunan fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari resmi dimulai melalui pemotongan baja pertama bagian topside di galangan kapal Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026). (Foto: ESDM)
EmitenNews.com - Pembangunan fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari resmi dimulai melalui pemotongan baja pertama bagian topside di galangan kapal Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026). Fasilitas ini merupakan komponen kunci dalam North Hub Development Project, proyek hulu migas ultra-dalam bernilai investasi total USD 11,8 miliar.
Proyek yang mengintegrasikan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur, ini ditargetkan berproduksi pada kuartal IV 2028. North Hub membidik kapasitas produksi sebesar 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BCPD kondensat, sekaligus menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja Indonesia.
Dari total investasi proyek, sekitar USD 2,9 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari. Pemanfaatan industri fabrikasi dalam negeri dalam proyek berteknologi tinggi ini menegaskan daya tarik investasi serta peningkatan kapasitas industri lepas pantai nasional.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan bahwa North Hub, yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), memegang peran krusial dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta menopang target migas Indonesia pada 2030, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari.
"Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di tahun 2030 yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari," ujar Djoko di Tanjung Balai Karimun.
Djoko menambahkan, North Hub Development Project Selat Makassar tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Eni North Ganal Ltd Mirko Araldi menegaskan komitmennya untuk mencapai target produksi perdana pada 2028 melalui kerja sama erat dengan berbagai pihak.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong percepatan pengembangan lapangan migas strategis. Hal ini mengingat peranan gas bumi sebagai energi transisi yang vital bagi Indonesia. Ketepatan jadwal eksekusi North Hub dipastikan menjadi faktor penentu dalam menjaga pasokan energi nasional.(*)
Related News
Bittime Sebut Tokenized US Stocks Semakin Diminati Investor RI
KISI Sekuritas Tuntaskan KISI Challenge: Step Higher dan Pacu Literasi
IHSG (24/7) Dibuka Rontok 1 Persen Lebih ke Level 6.246
EPF Malaysia Koleksi 17 saham Blue Chip RI, TLKM dan BBRI Terbanyak
Saham Nestlé Anjlok 7 Persen Usai Laba Jatuh, Bisnis Air Dijual
Mengekor Wall Street, IHSG Susuri Zona Merah





