Sedot Rp21 T, Grup Salim (META) Kebut Tol JORR Cikunir-Ulujami
Suasana Tol JORR Cikunir tampak normal. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Nusantara Infrastructure (META) berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur transportasi Jakarta. Itu dilakukan bersama anak usaha yaitu Jakarta Metro Ekspressway (JKTMetro) pemegang konsesi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Ruas Cikunir–Ulujami.
Nah, sebagai bagian dari komitmen itu, perseroan bersama JKTMetro mengadakan audiensi dengan Gubernur Jakarta. Pertemuan itu, membahas rencana strategis pembangunan Jalan Tol JORR Elevated Ruas Cikunir–Ulujami. Jalan tol JORR diharap dapat menjadi solusi atas kemacetan lalu lintas terutama pada Jalan Tol JORR-1 khususnya Segmen Ulujami-Jati Asih.
Audiensi di Balaikota Jakarta itu, dihadiri direksi, dan manajemen JKTMetro. Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo didamping Koordinator Staf Khusus Gubernur, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta.
“Proyek Jalan Tol JORR Elevated Cikunir–Ulujami merupakan bagian dari upaya kami meningkatkan konektivitas, mengurai kemacetan, efisiensi mobilitas masyarakat Jakarta, dan sekitarnya. Kami berharap kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jakarta mempercepat proses perencanaan, dan realisasi proyek,” tegas Ramdani Basri, Direktur Utama Nusantara Infrastructure.
Audiensi itu, menjadi langkah strategis dari sinergi berkelanjutan antara pemerintah, dan sektor swasta dalam menjawab tantangan transportasi perkotaan, dan mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Pembangunan Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami diharap mengurangi kemacetan lalu lintas sekaligus waktu tempuh rata-rata pengguna JORR-1 dengan meningkatkan kapasitas.
Menyediakan jalur jarak jauh bagi pengendara yang akan berpergian dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta. Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami nanti akan menghubungkan Wilayah Jati Asih (Bekasi) dengan Ulujami (Jakarta Selatan) sepanjang kurang lebih 21,6 km dengan nilai investasi sekitar Rp21 triliun. (*)
Related News
Makin Bengkak, Sepanjang 2025 JGLE Defisit Rp815 MiliarĀ
Perkuat Modal, NICE Tarik Pinjaman dari Bank UOB Rp100 Miliar
Tumbuh Minimalis, BRIS 2025 Tabulasi Laba Rp7,56 Triliun
Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Peran Sebagai Mitra Pemerintah
CBDK Raup Marketing Sales Rp430 Miliar, Ini Segmen Penyumbang Terbesar
Pasok Energi, PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit





