Segera Lunasi Obligasi yang Jatuh Tempo 19 Februari, SMAR Siapkan Dana Rp380 Miliar
Ilustrasi PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR). dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) siap melunasi obligasi yang akan jatuh tempo 19 Februari 2024. Untuk pelunasan itu, perseroan sudah menyediakan Rp380 miliar.
Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (23/1/2024), Corporate Secretary SMAR, Jimmy Pramono menuturkan, Perseroan telah mempersiapkan dana pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap III Tahun 2021 Seri B (Obligasi) yang akan jatuh tempo pada 19 Februari 2024 sebesar Rp380.000.000.000.
Ketersediaan dana atas pembayaran pokok ini didukung oleh posisi likuiditas yang baik. Hal itu tercermin dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per 30 September 2023. SMART juga memiliki fasilitas kredit dari beberapa bank yang belum dipergunakan.
"Dana pelunasan pokok termasuk pembayaran bunga atas Obligasi tersebut akan disetorkan ke dalam rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia secara tepat waktu sesuai jadual yang telah ditentukan," kata Jimmy Pramono.
Sebelumnya Sinar Mas Agro Resources and Technology mendapat rating idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas tiga seri Obligasi yang diterbitkannya.
Ketiga obligasi yang mendapat peringkat seragam ini adalah Obligasi Berkelanjutan II tahun 2020, Obligasi Berkelanjutan III tahun 2021 dan Obligasi Berkelanjutan IV tahun 2022. Sedangkan prospek untuk peringkat perusahaan adalah "stabil".
Keterangan resmi Pefindo menyebutkn, peringkat perusahaan tersebut mencerminkan model bisnis SMAR yang terintegrasi dengan profil perkebunan yang baik, segmen dan wilayah usaha yang terdiversifikasi, dan permintaan minyak sawit yang stabil.
"Peringkat dibatasi oleh ketergantungan yang tinggi pada pasokan bahan baku eksternal, dan paparan terhadap fluktuasi harga komoditas global dan perubahan iklim." Demikian laporan dari Pefindo, Senin (6/3/2023). ***
Related News
Lanjut! Samuel Sekuritas Timbun Saham FILM Rp1,24 Triliun
Duo Bank Ini Suntik NICE Rp200 Miliar, Simak Detailnya
Agresif! Pengendali Kembali Gulung Saham INET Rp57,55 Miliar
Emiten Galangan Kapal (LEAD) Perpanjang Jatuh Tempo Kredit USD16 Juta
Asia Intrainvesta Lepas 125 Juta Saham NAYZ, Raup Rp2,94 Miliar
Jeong Hyuk Lee Mundur sebagai Presiden Komisaris BPFI





