EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/4/2026) sore ditutup menguat. Penguatan mengikuti bursa kawasan Asia itu, didorong ekspektasi pelaku pasar akan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Data yang ada menunjukkan, IHSG ditutup menguat 175,76 atau 2,34 persen ke posisi 7.675,95. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 17,96 poin atau 2,41 persen ke posisi 764,32.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengemukakan hal tersebut dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Menurut Nico, IHSG menguat di saat bursa regional Asia menguat, ditopang dari sentimen yang membaik menyusul sinyal diplomatik baru antara AS dan Iran. “Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah berupaya mencapai kesepakatan." 

Bagusnya, Presiden Iran Pezeshkian mengisyaratkan kesediaannya untuk melanjutkan pembicaraan apabila sesuai dengan hukum internasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah perundingan pertama, yang diprakarsai oleh Pakistan, gagal menghasilkan kesepakatan, yang mendorong AS untuk mengumumkan blokade Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump mengatakan Teheran telah menghubungi Washington tidak lama setelah AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pengiriman minyak Iran melalui Selat Hormuz.

Nico melihat ada harapan terjadi pembicaraan lanjutan, yang bakal membawa harga minyak turun karena ekspektasi akan potensi kesepakatan. Hal itu akan meredakan tekanan inflasi dan meredam taruhan agresif di bank sentral utama.

Sementara itu, dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan data retail sales Februari 2026 tumbuh sebesar 6,5 persen year on year (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan sebesar 5,7 persen (yoy) pada Januari 2026.

Data retail sales tersebut menunjukkan bahwa aktivitas produksi dan konsumsi masyarakat tetap berlangsung dengan baik, sehingga mencerminkan ketahanan ekonomi dalam negeri di tengah ketidakpastian global saat ini.

Satu hal dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 sektor menguat dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 5,45 persen. Kemudian, diikuti oleh sektor industri dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 4,45 persen dan 3,73 persen.

Kemudian, satu sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen non primer yang turun sebesar 1,18 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu RICY, PURI, PPRE, DEFI, dan BAPA.

Lalu, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni MSIN, TRUK, DFAM, MMIX dan LUCY.

Untuk frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.108.622 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 53,29 miliar lembar senilai Rp24,80 triliun. Sebanyak 548 saham naik, 151 saham menurun, dan 119 tidak bergerak nilainya. ***