Sempat Terkendala Bahan Baku Kemasan, Bantuan Pangan Kini Digenjot
:
0
Upaya percepatan penyaluran bantuan pangan digenjot dengan penyederhanaan kemasan setelah sempat kendala bahan baku akibat konflik Timur Tengah. Foto: Bapanas
EmitenNews.com - Upaya percepatan penyaluran bantuan pangan digenjot meski terdapat kendala kemasan dampak seretnya bahan baku plastik global akibat konflik Timur Tengah. Demi mengutamakan penyaluran program bantuan pangan pemerintah melakukan simplifikasi kemasan yang lebih sederhana, namun tetap menjaga kualitas.
“Kemarin kita agak terhambat karena faktor geopolitik, penyediaan kemasan itu kan menggunakan biji plastik. Tapi alhamdulillah sekarang sudah berjalan dan ini bisa kita lakukan percepatan," kata Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten Taufan Akib.
"Begitu kemasan datang, langsung kami repack, langsung kami salurkan sehingga bantuan pangan tidak terhambat," tambahnya.
Kanwil Bulog Jakarta Banten pun mengatakan simplikasi kemasan beras bantuan pangan perlu dilakukan. Pimwil Taufan memastikan bahwa penyederhanaan kemasan tidak berdampak pada kualitas. Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek visual agar lebih praktis dan efisien.
"Untuk tampilan (kemasan) yang tadinya kita degradasi warna ada 4 sampai 2 warna, sekarang menggunakan 1 warna. Tapi dari segi kualitas kemasan itu tetap tidak menurunkan standar kualitasnya. Dari segi kualitas masih sama cuma dari segi huruf saja atau tulisan lebih sederhana," urai dia.
Sementara itu, untuk kemasan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Kanwil Bulog Jakarta Banten ini masih menggunakan desain sebelumnya. Hal ini karena stok kemasan yang ada masih mencukupi sebelum terjadi kendala pasokan bahan baku plastik.
Sebelumnya, Bapanas telah memberikan kebijakan perpanjangan batas waktu penyaluran bantuan pangan hingga 31 Mei. Ini berasal dari permohonan perpanjangan waktu yang diajukan oleh Perum Bulog pada akhir Maret 2026 lalu. Semula program bantuan pangan ini merupakan periode Februari dan Maret.
Untuk itu, Bapanas meminta Bulog agar dapat mengatasi kendala kemasan. Apabila pada saat penyaluran belum tersedia kemasan yang sesuai kriteria program bantuan pangan, Bulog dapat menggunakan kemasan lain yang tersedia dengan menambahkan identitas program bantuan pangan yang disematkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan.
"Selanjutnya agar Bulog melakukan percepatan penyaluran melalui beberapa langkah dengan memanfaatkan kemasan yang tersedia. Apabila belum tersedia kemasan yang sesuai dengan kriteria dapat menggunakan kemasan dengan menambahkan identitas bantuan pangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam warkatnya ke Bulog.(*)
Related News
Prabowo Ajak ASEAN Bergerak Segera Hadapi Isu Energi
Kasus Korupsi Sritex, Hukuman Berbeda Untuk Duo Iwan
Kasus Kredit Sritex, Vonis Bebas Untuk Eks Dirut Bank BJB (BJBR)
CNG Uji Pengembangan 3 Kg, Pengganti LPG Itu Dijamin Lebih Murah
Dirjennya Terseret Kasus Suap di Bea Cukai, Begini Respon Purbaya
Luhut Datang, Pemerintah Siap Perluas Uji Bansos Digital di 42 Kota





